Melasma dalam Perspektif Media Sosial: Analisis Deskriptif Kualitas Konten Melasma di Tiktok
Abstract
Latar Belakang: Melasma merupakan penyakit hiperpigmentasi umum
multifaktorial yang sering terjadi pada masyarakat Indonesia. Meningkatnya
popularitas aplikasi TikTok menyebabkan informasi kesehatan pun ikut menyebar
luas begitupula konten mengenai melasma. Maka dari itu pentingnya untuk
melakukan analisis dan penilaian mengenai kualitas dan sifat konten yang beredar
di masyarakat terutama mengenai penyakit melasma.
Tujuan Penelitian: Menganalisis jenis konten apa saja yang beredar di aplikasi
TikTok mengenai melasma beserta latar belakang sang pembuat konten, audience
engagement, serta kualitas konten sebagai konten edukasi.
Metode: Dikumpulkan 100 video TikTok sebagai sampel penelitian yang diperoleh
dengan pencarian bertagar #melasma dan tagar turunannya dan mengikuti
algoritma TikTok. Analisis deskriptif dilakukan untuk menilai audience engagement
dan digunakannya Patient Education Materials Assessment Tool for Audiovisual
Materials (PEMAT-A/V) untuk menilai understandability dan actionability dari suatu
konten sebagai penilaian atas suatu kualitas konten.
Hasil: Didapatkan rerata 583.496 jumlah views (rentang: 4.089–12.500.000) dari
keseluruhan video, rerata jumlah likes sebesar 9.271 (rentang: 33–133.200) dan
rerata jumlah shares di angka 677 (rentang: 2–13.000) kali dibagikan per video.
Skor PEMAT-A/V keseluruhan yang diperoleh yaitu understandability sebesar 68%
(rentang: 27–100% dan actionability sebesar 60% (rentang: 0–100%).
Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa konten audiovisual tentang melasma di
TikTok memiliki audience engagement yang cukup tinggi. TikTok berpotensi
mendukung edukasi promotif dan preventif dalam layanan primer. Namun,
banyaknya informasi dari sumber non-medis dan medis yang belum terbukti
secara ilmiah dapat menyulitkan masyarakat menemukan informasi yang akurat.
Collections
- Medical Education [2954]
