Hubungan Kadar Asam Urat Darah dengan Obesitas Pada Usia ≥ 40 Tahun di Puskesmas Banyuurip Purworejo
Abstract
Latar Belakang: Asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme purin, suatu
bahan penting dalam tubuh sebagai komponen dari asam nukleat dan
penghasil energi dalam inti sel yang akan dikeluarkan melalui ginjal dalam
bentuk urin. Berat badan yang berlebih sering dihubungkan dengan kadar
asam urat dan merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hiperurisemia.
Obesitas merupakan masalah kesehatan yang dapat menyerang berbagai
usia, semakin tua akan semakin berpengaruh terhadap kejadian hiperurisemia
Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara kadar asam urat darah dengan
obesitas pada usia ≥40 tahun
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan
melalui pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder di Puskesmas
Banyuurip. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Banyuurip setelah
mendapatkan ethical clearance. Populasi penelitian mencakup usia ≥40 tahun
yang mengalami obesitas dengan data terkait kadar asam urat di Puskesmas
Banyuurip dengan total sampel 54 responden.
Hasil Penelitian: Obesitas dengan kadar asam urat darah tidak normal
(Hiperurisemia) sebanyak 16 orang (57,1%). Pada orang yang obesitas dengan
tidak terdapat peningkatan asam urat sebesar 12 orang (42,9%). Kemudian pada
orang yang tidak obesitas dengan peningkatan asam urat sebesar 16 orang
(61,5%) dan pada orang yang tidak obesitas dengan tidak terdapat peningkatan
asam urat sebesar 10 orang (38,5%). Dari hasil uji statistik Chi Square diperoleh
nilai signifikan p=value sebesar 0,743
Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara obesitas dengan
peningkatan asam urat pada usia ≥40 tahun
Collections
- Medical Education [2954]
