Pengaruh Kombinasi Ekstrak Akuades Bawang Putih Siung Tunggal (Allium Sativum) dan Simvastatin Terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Ginjal: Analisis Pada Tikus Terinduksi High Fat Diet (HFD)
Abstract
Latar Belakang: High Fat Diet (HFD) dapat menyebabkan peningkatan
malondialdehid (MDA) ginjal yang berisiko terjadinya gagal ginjal akut hingga
kronik. Terapi simvastatin dapat menurunkan MDA tetapi sering menimbulkan efek
samping, sehingga diperlukan terapi alternatif yang lebih aman. Bawang putih
siung tunggal (Allium sativum) memiliki kandungan antioksidan tinggi. Kombinasi
keduanya diharapkan dapat menurunkan MDA ginjal lebih optimal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak akuades bawang
putih siung tunggal dan simvastatin terhadap kadar MDA ginjal tikus terinduksi
High Fat Diet (HFD).
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan
desain penelitian post-test only control group design. Sampel dibagi empat
kelompok: K- diinduksi HFD, K+ diinduksi HFD dan intervensi simvastatin 0,09
mg/100 gBB, P1 diinduksi HFD dan intervensi ekstrak bawang putih siung tunggal
400 mg/100 gBB, P2 diinduksi HFD dan intervensi kombinasi simvastatin 0,09
mg/100 gBB dan ekstrak bawang putih siung tunggal 400 mg/100 gBB. Perlakuan
diberikan selama 14 hari. Pengukuran kadar MDA menggunakan spektrofotometer
Hasil: Rerata Kadar MDA ginjal pada kelompok K- sebesar 9,9 ± 0,235 nmol/gram,
K+ sebesar 5,9 ± 0,348 nmol/gram, P1 sebesar 3,7 ± 0,326 nmol/gram, P2 sebesar
5,5 ± 0,428 nmol/gram (p=0,000).
Simpulan: Terapi kombinasi ekstrak akuades bawang putih siung tunggal dan
simvastatin efektif menurunkan kadar MDA ginjal.
Collections
- Medical Education [2954]
