| dc.description.abstract | Latar Belakang: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit
pernapasan menular baru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory
Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini dinyatakan sebagai
pandemi oleh WHO sejak Maret 2020. C-reactive protein (CRP) merupakan
penanda peradangan yang disintesis oleh hati dan banyak diteliti sebagai faktor
prediktor keparahan maupun kematian pada pasien Covid-19. Penggunaan CRP
untuk membedakan penyakit Covid-19 dengan berbagai penyakit pernapasan
lain masih belum diketahui dengan baik.
Tujuan Penelitian: Mengetahui perbedaan Kadar C-Reactive Protein (CRP)
antara pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan pasien tidak terkonfirmasi Covid-19
di RSUD Wonogiri.
Metode Penelitian: Penelitian ini berjenis observasional analitik menggunakan
metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Rekam Medis RSUD
Wonogiri pada Bulan Agustus 2022 hingga Bulan Oktober 2022. Berdasarkan
hasil perhitungan sampel menggunakan rumus analitik kategorik numerik tidak
berpasangan dan teknik consecutive sampling, didapatkan 100 sampel penelitian
terdiri atas 50 pasien terkonfirmasi Covid-19 dan 50 pasien tidak terkonfirmasi
Covid-19. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square dan uji Mann-Whitney U,
sedangkan analisis multivariat dilakukan dengan regresi logistik berganda.
Hasil: Terdapat perbedaan signifikan antara kadar CRP pasien terkonfirmasi
Covid-19 dengan pasien tidak terkonfirmasi Covid-19 (p=0,000). Subjek pasien
terkonfirmasi Covid-19 memiliki median 56,46 mg/L (IQR=14,18-126,76),
sedangkan subjek pasien tidak terkonfirmasi Covid-19 memiliki median 13,98
(IQR= 6,76-34,55 mg/L). Status PCR positif memiliki hubungan terhadap kadar
CRP >10 mg/L (p=0,01, aOR=3,38, CI 95% (1,32-8,67) )
Kesimpulan: Kadar CRP pasien terkonfirmasi Covid-19 dan pasien tidak
terkonfirmasi Covid-19 memiliki beda bermakna. Terjadi kenaikan kadar CRP
antar kedua kelompok, tetapi pasien terkonfirmasi Covid-19 meningkat lebih
tinggi. | en_US |