Show simple item record

dc.contributor.authorSavitri, Karunia
dc.date.accessioned2025-02-17T02:44:23Z
dc.date.available2025-02-17T02:44:23Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54800
dc.description.abstractLatar Belakang: Dispepsia merupakan kumpulan gejala pada saluran pencernaan bagian atas, seperti nyeri ulu hati, mual, muntah, perut kembung, dan rasa penuh, yang sering ditemukan secara klinis. Kondisi ini diklasifikasikan menjadi dispepsia fungsional, tanpa kelainan struktural, dan dispepsia organik yang disebabkan oleh gangguan organik seperti tukak lambung atau GERD. Secara global, prevalensi dispepsia mencapai 13-40% per tahun, dengan Indonesia berada di peringkat ketiga kasus terbanyak. Faktor penyebabnya meliputi pola makan, stres, infeksi Helicobacter pylori, dan kebiasaan buruk seperti merokok atau konsumsi makanan pedas dan asam. Mahasiswa, sebagai kelompok dewasa muda, berisiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola makan tidak teratur dan tingginya konsumsi street food, yang sering kali mengandung makanan pedas, asam, atau tidak higienis, sehingga berkontribusi pada gangguan pencernaan. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan asupan street food dengan kejadian uninvestigated dyspepsia pada dewasa muda. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model analitik observasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan case control dengan pengumpulan data melalui pengisian kuesioner 24H Foodrecord, kuesioner sindrom dispepsia berdasarkan kriteria Rome IV, kuesioner kecemasan, dan pengukuran tinggi badan serta berat badan responden. Hasil Penelitian: Prevalensi uninvestigated dyspepsia pada responden adalah 8,9%, dengan kelompok asupan energi tinggi memiliki kecenderungan lebih besar mengalami dispepsia (OR 0,653; 95% CI: 0,254-1,682). Pola makan tidak teratur, konsumsi makanan cepat saji, dan kecemasan menjadi faktor yang memperburuk gejala dispepsia. Simpulan: Konsumsi street food dengan asupan energi yang tinggi cenderung meningkatkan peluang untuk mengalami dispepsia pada dewasa muda. Manajemen pola makan sehat, pengelolaan stres, dan pengendalian konsumsi street food diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan terutama dispepsia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectHubunganen_US
dc.subjectAsupan Street Fooden_US
dc.subjectUninvestigated Dyspepsiaen_US
dc.subjectStatus Gizien_US
dc.subjectStatus Kecemasanen_US
dc.titleHubungan Antara Asupan Street Food dengan Uninvestigated Dyspepsia pada Dewasa Mudaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711164


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record