Hubungan Waktu Menatap Layar (Screen Time) Terhadap Perilaku Makan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Angkatan 2019
Abstract
Latar Belakang: Penggunaan komputer oleh mahasiswa mulai dari 2,8 jam per
minggu hingga 11,6 jam per minggu. Screen time yang meningkat mengubah
perilaku seperti penurunan aktivitas fisik dan peningkatan konsumsi makanan.
Screen-time viewing adalah total waktu yang dihabiskan dalam menggunakan
media elektroknik selama satu hari. Kelompok high screen-time viewing
mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi energi sehingga rata-rata jumlah
asupan energi kelompok ini lebih tinggi dibandingan dengan kelompok low-
screen time viewing.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui hubungan waktu menatap layar (screen
time) terhadap perilaku makan pada mahasiswa fakultas kedokteran Universitas
Islam Indonesia angkatan 2019.
Metode Penelitian: Jenis penelitian ini merupakan observasional kuantitatif
analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Pengambilan data penelitian
secara online melalui kuesioner dalam google form. Analisis data menggunakan
aplikasi SPSS dengan teknik univariat dan bivariat. Analisis bivariat dengan
fisher test.
Hasil: Kelompok high screen time sebanyak 75 responden (93.8%). Sedangkan
kelompok low screen time sebanyak 5 orang (6.3%). Tujuh responden (8.8%)
yang memiliki frekuensi makan dan pola makan yang sesuai dengan tumpeng
gizi seimbang. Sedangkan respoden yang frekuensi dan pola makannya tidak
sesuai tumpeng gizi seimbang berjumlah 73 responden (91.3%). Lima responden
(kelompok low screen time yang perilaku makan tidak sesuai dengan tumpeng
gizi seimbang sedangkan yang sesuai dengan tumpeng gizi seimbang tidak
terdapat di kelompok low screen time. Kelompok high screen time terdapat 68
responden yang perilaku makan tidak sesuai dengan tumpeng gizi seimbang
sedangkan yang sesuai dengan tumpeng gizi seimbang sebanyak 7 responden.
Analisis menggunakan fisher test didapatkan p-value 1 yang menginterpretasikan
tidak terdapat hubungan variabel bebas dan variabel terikat.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi screen
time dengan frekuensi makan pada mahasiswa FK UII angkatan 2019.
Collections
- Medical Education [2954]
