Show simple item record

dc.contributor.authorRifdhawati, Fidela
dc.date.accessioned2025-02-17T02:01:56Z
dc.date.available2025-02-17T02:01:56Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54791
dc.description.abstractLatar Belakang: Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) yang masuk ke Indonesia sejak Maret 2020. Jumlah pasien Covid-19 terus mengalami kenaikan dan per Maret 2023 di Indonesia sudah ada 6,7 juta orang yang terkonfirmasi Covid- 19. Pemeriksaan complete blood count (CBC) adalah salah satu pemeriksaan awal yang dilakukan pada pasien Covid-19 yang dilakukan rawat inap. Salah satu indikator dalam CBC adalah limfosit. Penurunan jumlah limfosit dilaporkan terjadi pada pasien Covid-19 dan dikatakan berhubungan dengan tingkat keparahan penyakit. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan jumlah limfosit dengan tingkat keparahan pada pasien terkonfirmasi Covid-19 di RS Bhayangkara Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitan ini adalah observasional dengan metode cross- sectional yang dilakukan di RS Bhayangkara Yogyakarta. Sumber data penelitian ini adalah rekam medis pasien Covid-19 pada periode Januari hingga Juli 2021. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 109 rekam medis dengan dasar perhitungan jumlah sampel minimal menggunakan teknik consecutive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, multivariat; univariat berupa tabel distribusi frekuensi, bivariat dengan uji chi-square, sedangkan multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Jumlah limfosit berhubungan signifikan (p = 0,009) dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 setelah dikontrol oleh variabel pengganggu. Sebanyak 96,88% pasien dengan tingkat keparahan berat-kritis mengalami penurunan jumlah limfosit. Nilai median jumlah limfosit setiap tingkat keparahan mengalami penurunan dari tingkat ringan-sedang, berat, dan kritis yaitu 21%, 10%, dan 9,5%. Kesimpulan: Jumlah limfosit berhubungan signifikan dengan tingkat keparahan pasien Covid-19. Pasien dengan limfopenia lebih berisiko terkena Covid-19 dengan tingkat keparahan yang lebih berat.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCovid-19en_US
dc.subjectLimfositen_US
dc.subjectTingkat keparahanen_US
dc.titleHubungan Jumlah Limfosit dengan Tingkat Keparahan Pasien Terkonfirmasi Covid-19 di RS Bhayangkara Yogyakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711047


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record