Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Sebagai Faktor Risiko Sensorineural Hearing Loss (SNHL) pada Anak: A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Berat badan lahir rendah (BBLR) adalah kondisi ketika bayi yang
lahir mempunyai berat badan kurang dari 2500 gram yang umumnya disebabkan
oleh kelahiran prematur dan pertumbuhan janin terhambat. BBLR diketahui
menjadi salah satu faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gangguan
pendengaran, yaitu Sensorineural Hearing Loss (SNHL) yang disebabkan oleh
kerusakan pada koklea dan jalur persarafan yang menghubungan telinga dan otak.
Angka kejadian SNHL bilateral kongenital meningkat menjadi 2-4 per 100 bayi
pada perawatan intensif. Bayi dengan BBLR mempunyai risiko 14 kali lebih tinggi
mengalami keterlambatan bicara dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan
berat badan normal dan sering dikaitkan dengan gangguan pendengaran.
Metode: Sumber data yang digunakan adalah original article atau research article
dengan topik BBLR sebagai faktor risiko SNHL dan dipublikasikan pada tahun
2014 – 2024. Database yang digunakan adalah PubMed, Science Direct, Scopus,
Sage Journal, Springer, dan Google Scholar. Artikel temuan diseleksi
berdasarkan alur PRISMA-ScR.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis terhadap tujuh artikel, ditemukan bahwa BBLR
merupakan faktor risiko signifikan yang dapat memengaruhi terjadinya SNHL pada
anak. Salah satu mekanisme utama yang mendasari hubungan ini adalah
perkembangan sistem pendengaran yang belum matang pada bayi dengan BBLR
sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya SNHL.
Simpulan: Hasil dari scoping review ini menunjukkan bahwa BBLR bukan
merupakan faktor risiko tunggal yang berkontribusi terhadap SNHL, melainkan
kombinasi dengan faktor risiko lainnya yang memengaruhi SNHL.
Collections
- Medical Education [2954]
