Hubungan Tekanan Darah dengan Kadar Serum Kreatinin pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) di RSUD Wonosari
Abstract
Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit yang memiliki tingkat
prevalensi dan insidensi yang tinggi secara global.Kabupaten Gunungkidul
merupakan kabupaten yang memiliki prevalensi PGK tertinggi di DIY berdasarkan
data Riskesdas tahun 2013. Penyebab dan tingkat keparahan PGK dapat diperberat
dengan tingginya tekanan darah, namun terdapat penelitian yang menyebutkan
bahwa tidak terdapat penurunan fungsi ginjal pada pasien yang memiliki tekanan
darah diatas normal. Parameter fungsi ginjal dapat diukur dengan kadar kreatinin
serum yang nilainya relatif stabil.
Tujuan: Mengetahui hubungan tekanan darah dengan kadar serum kreatinin pada
pasien PGK di RSUD Wonosari.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross
sectional. Pengambilan dan pengumpulan data dilakukan pada Oktober-November
2022. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan sampel
sebesar 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive
sampling. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan
melalui rekam medis dengan formulir terstruktur.
Hasil: Analisis univariat didapatkan median kadar kreatinin pada kelompok tekanan
darah yang normal yaitu 4,9 mg/dl, kelompok tekanan darah prehipertensi yaitu 6,7
mg/dl, kelompok tekanan darah hipertensi stage I yaitu 8,2 mg/dl, dan kelompok
tekanan darah hipertensi stage II yaitu 10,8 mg/dl. Analisis bivariat didapatkan
hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kadar kreatinin serum pada
pasien penyakit ginjal kronik (tekanan darah sistolik r=0,453 dan p=0,000; tekanan
darah diastolik r=0,297 dan p=0,003).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan darah dengan kadar
kreatinin serum penyakit ginjal kronik.
Collections
- Medical Education [2954]
