Hubungan Kadar Glukosa Darah Sewaktu dengan Jumlah Leukosit pada Pasien Ulkus Diabetikum
Abstract
Latar Belakang: Ulkus Diabetikum merupakan salah satu komplikasi dari
Diabetes Melitus tipe 2. Adanya defisiensi dan resistensi insulin menyebabkan
terjadinya hiperglikemia. Terdapat tiga faktor yang berperan dalam perkembangan
Ulkus Diabetikum, yaitu iskemia, neuropati, dan infeksi. Leukosit merupakan salah
satu komponen darah yang digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi yang
terjadi di dalam tubuh.
Tujuan: Mengetahui hubungan kadar glukosa darah sewaktu dengan jumlah
leukosit pada pasien Ulkus Diabetikum.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional
dengan menggunakan data sekunder di RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta
tahun 2021-2022. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik
consecutive sampling dengan jumlah sampel 105 yang memenuhi kriteria inklusi
dan eksklusi. Variabel bebas penelitian ini adalah kadar glukosa darah sewaktu
dan variabel terikatnya adalah jumlah leukosit pada pasien Ulkus Diabetikum.
Analisis univariat yaitu tabel karakteristik subjek penelitian (distribusi frekuensi),
dan analisis bivariat yaitu uji Fisher Exact.
Hasil: Hasil yang diperoleh 83 orang pasien Ulkus Diabetikum menggalami
peningkatan kadar glukosa darah sewaktu (79%) dan 22 orang memiliki kadar
glukosa darah sewaktu yang normal (21%). Pada jumlah leukosit, terdapat 86
orang (81,9%) DM dengan Ulkus Diabetikum yang mengalami peningkatan jumlah
leukosit, sedangkan selebihnya 18,1% masih dalam rentang normal. Hasil Uji
Fisher Exact antara kadar glukosa darah sewaktu dengan jumlah leukosit pada
pasien Ulkus Diabetikum menunjukkan nilai p=0.07 dengan nilai a sebesar 0.05.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar glukosa
darah sewaktu dengan jumlah leukosit pada pasien Ulkus Diabetikum.
Collections
- Medical Education [2954]
