| dc.description.abstract | Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 adalah salah satu penyakit metabolisme
yang ditandai dengan adanya peningkatan glukosa dalam tubuh. Kejadian
Diabetes Melitus dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah
obesitas. Kelebihan berat badan ini akan menjadikan sel tubuh kurang sensitif
terhadap insulin/resistensi insulin. Kadar glukosa pada pasien Diabetes Melitus
tipe 2 bisa dideteksi melalui pengecekan kadar HbA1c.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
IMT dengan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas
Ngemplak I dan II Sleman, Yogyakarta.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan metode cross-sectional yang dilakukan di Puskesmas Ngemplak I dan
Puskesmas Ngemplak II. Analisis data dilakukan pada bulan Juni – Oktober 2022
dengan pengambilan sampel menggunakan metode consecutive sampling
sebesar 92 orang. Kemudian, seluruh sampel dianalisis secara univariat dan
bivariat menggunakan uji Kruskal-Wallis.
Hasil: Penelitian ini menampilkan karakteristik subjek berupa jenis kelamin, usia,
berat badan, tinggi badan, IMT, dan HbA1c. Berdasarkan analisis Kruskal-Wallis
didapatkan nilai p sebesar 0.189 dengan nilai alfa (α) sebesar 0.05. Sementara itu,
berdasarkan kategori IMT ditemukan distribusi HbA1c meningkat seiring dengan
adanya peningkatan IMT.
Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan yang
signifikan antara IMT dengan kadar HbA1c pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di
Puskesmas Ngemplak I dan II Sleman, Yogyakarta. | en_US |