| dc.description.abstract | Latar Belakang: Indonesia merupakan negara peringkat 5 dengan angka
kejadian diabetes melitus tertinggi di dunia dengan jumlah penderita mencapai
lebih dari 19,4juta dan angka prevalensi sebesar 10,8% pada orang dewasa.
Terjadinya diabetes melitus berkaitan erat dengan kelainan pada organ pankreas
dan metabolisme glukosa dalam tubuh. Salah satu cara untuk mencegah dan
mengatasi diabetes melitus adalah dengan menerapkan diet yang tepat. Salah
satu metode diet yang dapat diterapkan yaitu Intermittent fasting, yang
merupakan metode diet dengan membatasi intake makanan selama periode
tertentu. Periode fasting ini bervariasi lamanya, antara 12 hingga 24 jam.
Dikarenakan penelitian mengenai intermittent fasting sudah banyak dilakukan,
maka diperlukan adanya scoping review untuk merangkum dan melaporkan
berbagai hasil penelitian yang ada dengan harapan dapat menjadi pertimbangan
untuk menerapkan intermittent fasting sebagai salah satu upaya pencegahan
dan pengobatan diabetes melitus.
Metode: Sumber informasi yang digunakan adalah original article dengan
melakukan dua tahap pencarian berupa pencarian utama dan tambahan.
Pencarian utama dilakukan menggunakan empat research database
internasional, yaitu, PubMed, ScienceDirect, EBSCO, dan ProQuest. Sementara,
pencarian tambahan dilakukan dengan melakukan web searching melalui Google
dan Google scholar serta hand searching. Artikel temuan kemudian diseleksi
dengan alur PRISMA-ScR.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis dari 13 artikel, terdapat 10 pengaruh positif
yang signifikan antara intermittent fasting terhadap fungsi endokrin metabolik
pankreas yang didapatkan dari 12 artikel, empat pengaruh negatif yang signifikan
antara intermittent fasting terhadap fungsi endokrin metabolik pankreas yang
didapatkan dari lima artikel, dan satu artikel tidak menunjukkan adanya pengaruh
yang siginifikan antara intermittent fasting terhadap fungsi endokrin metabolik
pankreas.
Simpulan: Hasil dari scoping review ini menunjukkan bahwa mayoritas
intermittent fasting memberikan banyak pengaruh positif terhadap beberapa
parameter fungsi endokrin metabolik pankreas seperti; Meningkatkan fungsi dan
responsivitas sel β pankreas; Meningkatkan sensitivitas insulin; Meningkatkan
toleransi glukosa; Menurunkan kadar insulin; Memperbaiki resistensi insulin;
Menurunkan HbA1c; Menurunkan kadar GDP; Memperbaiki struktur mikroskopis
pankreas; Meningkatkan kadar glukagon, dan; Menurunkan AUC c-peptide. | en_US |