| dc.description.abstract | Latar Belakang: Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) adalah hak dasar
perempuan yang mencakup pengelolaan kebersihan dan kesehatan selama
menstruasi. Tantangan yang dihadapi perempuan dengan disabilitas fisik,
termasuk akses terhadap fasilitas sanitasi dan material pendukung, serta dampak
stigma sosial, membuat aspek ini penting untuk diteliti. Fokus penelitian adalah
pada perempuan dengan disabilitas fisik di Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia
(HWDI) Kabupaten Sleman.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran pemenuhan aspek MKM pada
perempuan dengan disabilitas fisik di HWDI Kabupaten Sleman.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan
wawancara mendalam terhadap 7 perempuan anggota HWDI. Data dianalisis
melalui tahapan pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil: Responden menunjukkan tingkat kemandirian yang baik dalam MKM,
meskipun terdapat keterbatasan fasilitas seperti toilet yang tidak aksesibel.
Sebagian besar menggunakan pembalut pabrikan karena kenyamanan dan
kemudahan akses, namun pemahaman tentang produk pembersih area
reproduksi masih terbatas. Edukasi formal terkait MKM belum merata, dan budaya
tabu masih menjadi tantangan meskipun tidak lagi sepenuhnya dipercaya.
Kesimpulan: Perempuan dengan disabilitas fisik mampu mengelola MKM secara
mandiri, tetapi masih menghadapi hambatan pada fasilitas, material, dan edukasi.
Penekanan pada peningkatan aksesibilitas, edukasi formal, dan penghapusan
stigma sosial menjadi kebutuhan mendesak. | en_US |