Efektivitas Pulse Oxymetri Screening Sebagai Skrining Penyakit Jantung Bawaan Kritis Pada Bayi Baru Lahir : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Penyakit jantung bawaan kritis (PJB kritis) merupakan salah satu
klasifikasi dari PJB yaitu malformasi struktur jantung sejak lahir dan memerlukan
intervensi segera dalam satu tahun kehidupan. Penyakit ini dapat dideteksi
menggunakan pulse oximetry screening. Scoping review ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas pulse oximetry screening dalam skrining PJB kritis pada
bayi baru lahir.
Metode : Sumber data yang digunakan adalah original article, original
investigation, dan research mengenai efektivitas pulse oximetry screening untuk
mendeteksi PJB kritis pada bayi baru lahir. Artikel berbahasa Inggris,
menggunakan e-database dari Pubmed, Proquest, dan ScienceDirect. Artikel
dipilih berdasarkan alur PRISMA-Scr, lalu dilakukan ekstraksi data, item data, dan
sintesis hasil untuk menjawab tujuan penelitian.
Hasil : Dari 8 artikel yang telah ditelaah, ditemukan bahwa pulse oximetry
screening memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang cukup tinggi pada beberapa
penelitian. Usia bayi baru lahir menentukan hasil penelitian ini. Terdapat penelitian
yang melakukan skrining pada usia < 12 jam, 12-24 jam, dan 24-48 jam. Selain
itu, berbagai jenis PJB kritis dapat dideteksi melalui pulse oximetry dan
pemeriksaan lanjutan ekokardiografi. Pemeriksaan laboratorium dan USG dapat
menjadi pemeriksaan penunjang jika didapatkan hasil negatif pada pulse oximetry
screening untuk menyingkirkan penyebab infeksi.
Simpulan : Pulse oximetry screening efektif sebagai deteksi dini PJB kritis. Hal ini
diketahui dari sensitivitias dan spesifisitas yang tinggi pada skrining ini. Selain itu,
jenis-jenis PJB kritis dapat diketahui dari pemeriksaan lanjutan ekokardiografi.
Collections
- Medical Education [2827]
