| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab 14% kematian pada Balita
dengan total kematian sebanyak 740.180 jiwa. Penyakit ini terkait dengan berbagai
faktor risiko, termasuk status imunisasi dan pemberian ASI eksklusif. Berdasarkan
data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta 2021, Puskesmas Mergangsan memiliki
jumlah penemuan kasus pneumonia Balita tertinggi. Sementara itu, upaya
pengendalian seperti pemberian ASI eksklusif dan imunisasi belum optimal.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan imunisasi
DPT-HB-Hib dengan kejadian pneumonia pada Balita di Puskesmas Mergangsan.
Metode Penelitian: Penelitian bersifat observasional deskriptif dengan desain
cross-sectional. Data berupa data sekunder dari rekam medis Puskesmas
Mergangsan periode tahun 2021-2024. Data dianalisis menggunakan SPSS.
Hasil: Dari 130 sampel, terdapat 92 kasus Balita bukan pneumonia dan 38 kasus
Balita dengan pneumonia. Hasil analisis pemberian ASI eksklusif dengan
pneumonia pada Balita didapatkan p = 0,000; OR = 0,052; 95% CI: 0,020–0,138.
Hasil analisis hubungan imunisasi DPT-HB-Hib dengan pneumonia pada Balita
didapatkan p = 0,422; OR = 0,670; 95% CI: 0,252–1,783.
Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif terbukti secara signifikan menurunkan
risiko pneumonia, sementara imunisasi DPT-HB-Hib tidak menunjukkan hubungan
signifikan meskipun ada kecenderungan penurunan risiko. | en_US |