Show simple item record

dc.contributor.authorSyuhada, Adhfar Aulia
dc.date.accessioned2025-02-13T02:20:03Z
dc.date.available2025-02-13T02:20:03Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54739
dc.description.abstractPenyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 diketahui menjadi sarana diplomasi olahraga yang dilakukan oleh Jepang untuk meningkatkan citra mereka di mata dunia. Pencalonan tuan rumah Jepang untuk Olimpiade 2020 diawali dengan adanya upaya pembangunan ulang Jepang pasca adanya bencana tsunami yang melanda pada tahun 2011. Berbagai upaya baik secara diplomatis maupun secara teknis dilakukan agar Olimpiade di Jepang ini dapat berjalan dengan baik. Adanya pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan pun sangat krusial dalam persiapan edisi Olimpiade ini. Penelitian ini memuat teori diplomasi olahraga dari Arif Özsarı dan kolega yang memiliki instrumen international sport organizations, national brand, media and technology, sport ambassador, serta lobbying. Dari penelitian ini, penulis menemukan fakta bahwa pemerintah Jepang diketahui menggunakan semua elemen dari teori diplomasi olahraga oleh Arif Özsarı dan kolega dalam penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 ini. Pemerintah Jepang menggunakan seluruh instrumen tersebut dalam semua rangkaian penyelenggaraan dari persiapan hingga ajang Olimpiade Tokyo 2020 ini digelar, termasuk dengan adanya tantangan pandemi Covid-19 di dalamnya.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectDiplomasi Olahragaen_US
dc.subjectJepangen_US
dc.subjectOlimpiade 2020en_US
dc.titleUpaya Diplomasi Olahraga Jepang dalam Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21323208


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record