• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Keabsahan Smart Contract dalam Transaksi Ethereum Menurut Hukum Islam

    Thumbnail
    View/Open
    18421065.pdf (1.229Mb)
    Date
    2024
    Author
    Fillah, Muhammad Rama Hubban
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Smart contract adalah inovasi revolusioner yang terlahir dari kemajuan teknologi blockchain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan smart contract dalam transaksi ethereum dari perspektif hukum Islam, dengan fokus pada aspek muamalah dan qawa'id fiqhiyyah yang relevan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya penggunaan smart contract dalam transaksi digital yang memerlukan kajian mendalam dari perspektif hukum Islam untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif, menganalisis sumber-sumber hukum Islam primer seperti nash syar'i dan pendapat ulama kontemporer, serta mengkaji implementasi praktisnya dalam konteks modern. Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan maqashid syariah dan prinsip-prinsip muamalah seperti 'adam al-gharar (ketiadaan ketidakpastian) dan 'adam al-dharar (ketiadaan kerugian). Hasil penelitian menunjukkan bahwa smart contract dalam transaksi ethereum dapat dihukumi mubah (diperbolehkan) selama memenuhi syarat-syarat sahnya akad dalam fiqh muamalah, seperti kejelasan objek transaksi (ma'qud 'alaih), kecakapan para pihak (ahliyah), dan terpenuhinya prinsip 'an taradhin (kerelaan para pihak). Namun, implementasinya harus tetap memperhatikan batasan-batasan syariah, terutama dalam hal gharar (ketidakpastian), riba (bunga), dan maysir (spekulasi). Kesimpulan ini didasarkan pada kaidah fiqh "al-aslu fil mu'amalah al- ibahah" (hukum asal dalam muamalah adalah diperbolehkan) dan prinsip "al- mashalih al-mursalah" (kemaslahatan umum).
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54737
    Collections
    • Islamic Law [996]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV