Analisis Lean Manufacturing Menggunakan Metode Plan-do-check-action untuk Mengurangi Pemborosan Pada Proses Pembuatan Batik Tulis (Studi Kasus: IKM Batik Abimanyu Kampung Giriloyo)
Abstract
Industri batik tulis merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian dan kebudayaan
Indonesia. Salah satu pusat industri batik tulis di Indonesia adalah Kampung Batik Giriloyo di
Yogyakarta, yang terkenal dengan motif-motif batiknya yang diwariskan secara turun temurun
dari Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat. Contoh IKM di daerah ini adalah IKM Batik
Abimanyu, yang memproduksi batik dengan motif-motif khas seperti Wahyu Tumurun dan
Truntum. Batik yang diproduksi oleh IKM ini dibuat berdasarkan pesanan, atau dikenal dengan
make-to-order. Meskipun proses produksi batik tulis memiliki nilai estetika dan budaya yang
tinggi, tantangan dalam mencapai produktivitas tetap menjadi masalah utama, terutama terkait
dengan efisiensi dan pengurangan pemborosan (waste). Salah satu metodologi yang sering
digunakan dalam penerapan Lean Manufacturing adalah siklus Plan-Do-Check-Action (PDCA)
atau Deming Cycle. Diperoleh hasil waste (pemborosan) yang terjadi pada selama proses
produksi, terdapat pada proses cecek pada IKM Batik Abimanyu yaitu waste waiting dengan
bobot 16,4%, waste waiting terjadi pada proses cecek 1 yang menyebabkan proses cecek 1
terhambat karena malam yang mengering sehingga menyumbat lubang canting dan mengeras
pada kuali sehingga alat tersebut tidak digunakan, dan untuk melanjutkan proses membatik
pembatik harus membersihkan alat tersebut yang menyebabkan waktu produksi semakin lama..
Penulis mengusulkan untuk adanya SOP terkait proses cecek batik dimana hasil usulan ini dapat
menurunkan NVA dan NNVA sebanyak satu hari.
Collections
- Industrial Engineering [2835]
