Program Pencegahan Stunting Pada Anak Balita di Indonesia : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Tahun 2020 sekitar 22 % atau sekitar 149,2 juta Balita di dunia
mengalami stunting. Terhitung sejak tahun 2000 hingga 2020, berdasarkan data
WHO (2021), telah terjadi penurunan angka prevalensi stunting, yakni terjadi
penurunan sebesar 11,1 %. Berdasar data WHO, Indonesia pada tahun 2020
masih menjadi salah satu negara dengan kejadian stunting tertinggi. Kementerian
Kesehatan RI (2018) dalam Riskesdas menyatakan prevalensi stunting di
Indonesia tahun 2018 adalah 30,8% atau sekitar 9,2 juta Balita dari 24,5 juta Balita
yang ada di Indonesia. Prevalensi terjadinya stunting nasional di Indonesia masih
tergolong kategori tinggi (>20%) menurut WHO (WHO, 2021). Berdasarkan pasal
5 Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang
Percepatan Penurunan Stunting, target prevalensi stunting di Indonesia pada
tahun 2024 adalah 14%, sedangkan berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018,
prevalensi stunting di Indonesia adalah 29,9%. Oleh karena itu, studi ini dilakukan
dengan efektivitas pelaksanaan program pencegahan stunting dan peningkatkan
tercapainya target prevalensi stunting yang rendah di Indonesia melalui evaluasi
program yang sudah dilaksanakan. Selain itu, pengkajian ini dilakukan untuk
memetakan keberhasilan pelaksanan program yang sudah dilakukan pemerintah
terhadap usaha penurunan prevalensi stunting di Indonesia.
Metode : Penelitian ini menggunakan metode telaah pustaka dengan sumber
informasi yang digunakan adalah original article yang diperoleh dari database
Science Direct, National Center of Biotechnology Information (NCBI) PubMed,
EBSCOHost, ProQuest, dan Google Scholar. Seleksi artikel menggunakan alur
PRISMA-ScR dengan menggunakan dua tahapan pencarian yaitu pencarian
utama dan tambahan.
Hasil : Berdasarkan hasil analisis dari 12 artikel, terdapat lima artikel yang
termasuk jenis intervensi spesifik, enam artikel yang termasuk jenis intervensi
sensitif, dan satu artikel termasuk dalam keduanya. Selain itu hasil diklasifikasikan
berdasarkan target intervensi, yakni terdapat terdapat studi yang dilakukan kepada
pasangan pra nikah, terdapat studi yang dilakukan kepada wanita prakonsepsi,
empat studi yang dilakukan kepada ibu hamil, enam studi yang dilakukan kepada
ibu yang memiliki Balita, dan dua studi yang dilakukan kepada Balita.
Kesimpulan : Melalui program yang terintegrasi, kemungkinan percepatan
penurunan dan pencegahan stunting memiliki persentase yang besar untuk terjadi
lebih cepat. Selain itu, kolabroasi dan inovasi sangat diperlukan terutama dalam
lintas sektor dan stakeholder unutuk menghasilkan target yang positif. Dan
sebagai tindak lanjut program tersebut, pemberdayaan sumber daya manusia
sangat diperlukan. Dengan demikian, kolaborasi serta koordinasi yang sudah
dilakukan akan menjadi elemen yang berjalan satu sama lain.
Collections
- Medical Education [2954]
