| dc.description.abstract | Latar Belakang: Preeklamsia dan eklamsia merupakan komplikasi serius
dalam kehamilan yang menyumbang tingkat kematian ibu dan bayi yang
tinggi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Kondisi ini
menyebabkan sekitar 70.000 kematian ibu secara global setiap tahun,
dengan kontribusi hingga 33% angka kematian ibu di Indonesia. Meskipun
telah banyak diteliti, etiologi pasti preeklamsia masih belum sepenuhnya
dipahami. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
faktor risiko utama yang terkait dengan kejadian preeklamsia di Indonesia.
Tujuan Penelitian: Mengetahui faktor risiko apa yang berhubungan dengan
kejadian preeklamsia dan eklamsia di RS Panti Rapih Yogyakarta pada periode
2019–2023.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode case control. Subjek
penelitian adalah ibu hamil yang memeriksakan kandungan di RS Panti
Rapih Yogyakarta selama 2019-2023, terbagi dalam dua kelompok: kasus
(dengan preeklamsia/eklamsia) dan kontrol (tanpa preeklamsia/eklamsia).
Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data
dianalisis dengan uji statistik untuk mengetahui hubungan antar variabel.
Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara variabel usia ibu (p=0,00),
status gravida (p=0,003), riwayat preeklamsia atau eklamsia di kehamilan
sebelumnya (p=0,000), riwayat hipertensi (p=0,000), riwayat obesitas (p=0,008),
jumlah janin (p=0,002).
Kesimpulan: Usia ibu, status gravida, riwayat preeklamsia, jumlah janin,
riwayat hipertensi, dan obesitas merupakan faktor risiko utama kejadian
preeklamsia/eklamsia. | en_US |