| dc.description.abstract | Latar Belakang : kecemasan merupakan bentuk emosi yang dapat timbul dalam
berbagai kondisi, seringkali muncul atau dicetuskan karena adanya ancaman yang
tidak nyata secara fisik. Respon yang muncul akibat kecemasan merupakan hal
yang wajar terjadi, baik dalam hal baru maupun yang sudah pernah dilakukan.
Kecemasan yang muncul pada saat seorang mahasiswa saat menghadapi ujian
dapat mempengaruhi performa dalam dirinya. Berdasarkan data Panitia Nasional
Uji Kompetensi Mahasiswa Pendidikan Dokter (PNUKMPPD) tentang hasil ujian
kompetensi tahun 2019, didapatkan bahwa angka kelulusan CBT hanya mencapai
59,81%, jauh lebih rendah dibandingkan angka kelulusan OSCE yang mencapai
92,91%. Oleh karena itu, ujian ini dapat menjadi suatu hal yang menegangkan dan
tekanan bagi mahasiswa kedokteran.
Tujuan Penelitian : mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat
kecemasan mahasiswa terhadap kelulusan Computer Based Test (CBT) Uji
Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) di Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model
deskriptif analitik. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross-sectional
dengan metode pengambilan sampel menggunakan total sampling yang di
dapatkan sebanyak 33 sampel. Variabel bebas pada penelitian ini adalah tingkat
kecemasan dan variabel terikat yaitu kelulusan CBT UKMPPD. Untuk mengukur
tingkat kecemasan pada penelitian ini menggunakan kuisioner STAI (State-Trait
Anxiety Inventory). Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan analisis
univariat untuk melihat karakteristik responden dengan menggunakan tabel
distribusi. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji chi-square dan uji
alternatif menggunakan fisher’s exact test.
Hasil : Berdasarkan 33 sampel yang diolah, didapatkan hasil analisis univariat
sebanyak 32 (97,0%) peserta CBT UKMPPD lulus dan 1 (3,0%) peserta tidak lulus.
Pada uji analisis bivariat menggunakan chi-square didapatkan nilai p 0,892 tidak
signifikan (p>0,05) dan dilakukan uji alternatif chi-square menggunakan fisher’s
exact test didapatkan hasil yang sama dengan nilai p 1,000.
Kesimpulan : Tidak terdapat hubungaan antara tingkat kecemasan terhadap CBT
UKMPPD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. | en_US |