| dc.description.abstract | Proyek konstruksi memiliki potensi risiko kecelakaan kerja yang tinggi, terutama dalam
pekerjaan yang melibatkan aktivitas berbahaya seperti pekerjaan di ketinggian, penggunaan alat
berat, dan instalasi listrik. Risiko ini dapat menyebabkan cedera serius, kerugian material,
bahkan kematian. Oleh karena itu, pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi
prioritas utama untuk memastikan kelancaran proyek dan perlindungan bagi tenaga kerja.
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, dan
memberikan rekomendasi pengendalian risiko pada Proyek Pembangunan Gedung Jaksa
Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus yang dikelola oleh PT. Hutama Karya (Persero)
Tbk. Metode yang digunakan adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and
Risk Control), yang melibatkan proses identifikasi bahaya, evaluasi risiko, dan implementasi
pengendalian secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aktivitas
pekerjaan memiliki tingkat risiko tinggi hingga ekstrem, seperti risiko jatuh dari ketinggian,
tertimpa material, tersengat listrik, dan tertabrak alat berat. Faktor penyebab utama meliputi
kurangnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), minimnya pelatihan
keselamatan, serta alat pelindung diri (APD) yang tidak memadai. Rekomendasi pengendalian
mencakup penerapan hierarki pengendalian risiko seperti eliminasi bahaya, rekayasa teknis,
administrasi yang lebih ketat, pelatihan berkala, pengawasan intensif, serta penyediaan APD
yang sesuai standar. Implementasi langkah-langkah ini mampu menurunkan tingkat risiko
secara signifikan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman. Penelitian ini diharapkan
menjadi acuan bagi perusahaan konstruksi dalam meningkatkan manajemen risiko K3. Dengan
penerapan sistem yang baik, kecelakaan kerja dapat diminimalkan, produktivitas proyek
meningkat, dan keselamatan pekerja tetap terjamin. | en_US |