Self Harm Sebagai Mekanisme Koping Terhadap Kejadian Depresi Pada Mahasiswa Kedokteran : Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Ketidakmampuan individu dalam menghadapi persoalan hidup
dapat memicu emosi negatif yang berujung depresi. Sekitar 280 juta orang di dunia
menderita depresi, dengan prevalensi pada wanita 50% lebih tinggi dibandingkan
pria. Stigma masyarakat terhadap depresi juga memperparah masalah ini.
Perasaan negatif kerap memicu coping mechanism seperti self-harm (menyakiti
diri sendiri) yang berkaitan dengan kesehatan mental buruk dan gejala
psikopatologi tinggi. Mahasiswa kedokteran sering mengalami self-harm akibat
tekanan mental, dengan prevalensi depresi berkisar antara 1,4%-73,5%.
Fenomena ini sulit diukur karena sifatnya yang kompleks, sehingga studi lebih
lanjut diperlukan. Adapun tujuan kajian literatur ini adalah untuk mengidentifikasi
self harm sebagai mekanisme koping terhadap kejadian depresi pada mahasiswa
kedokteran, serta hal-hal yang memengaruhi.
Metode: Penelitian ini menggunakan telaah pustaka dari artikel original yang
diperoleh melalui empat basis data internasional: PubMed, ScienceDirect,
EBSCO, dan ProQuest. Seleksi artikel menggunakan alur PRISMA-ScR melalui
dua tahap pencarian (utama dan tambahan).
Hasil: Dari 10 artikel yang dianalisis, lima menunjukkan hubungan antara
mekanisme koping, termasuk NSSI (Non-Suicidal Self Injury), dengan depresi
pada mahasiswa kedokteran. Dua artikel membahas gejala depresi terkait koping,
satu artikel tentang prevalensi NSSI, dua artikel mengkaji faktor-faktor pemicu
NSSI, dan satu artikel tentang intervensi profesional dalam mengatasi depresi dan
koping.
Kesimpulan: Terdapat hubungan timbal balik yang erat antara depresi dan self-
harm, membentuk siklus berulang yang memperparah kondisi keduanya.
Intervensi profesional sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.
Collections
- Medical Education [2954]
