Hubungan Kelengkapan Status Imunisasi Dasar dengan Stunting di Kabupaten Gunungkidul
Abstract
Latar Belakang: Indonesia termasuk enam besar negara dengan prevalensi
stunting balita tertinggi di Asia Tenggara pada 2021. Prevalensi balita stunting di
Kabupaten Gunungkidul adalah 3,5% dan menempati urutan pertama di DIY.
Selain itu, Gunungkidul juga menempati jumlah berat badan bayi lahir rendah
(BBLR) tertinggi dan persentase bawah garis merah (BGM) tertinggi di DIY. Salah
satu faktor yang berperan dalam terjadinya stunting adalah infeksi berulang yang
dapat dicegah dengan imunisasi dasar lengkap.
Tujuan: Mengetahui hubungan kelengkapan status imunisasi dasar dengan
stunting di Kabupaten Gunungkidul.
Metode: Penelitian kuantitatif observasional ini merupakan penelitian case-
control. Penelitian dilakukan pada Juli 2024 di Puskesmas Wonosari 2 dan
Puskesmas Paliyan. Pengambilan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 37
responden kontrol dan 37 responden kasus. Analisis dilakukan dengan Fisher’s
exact test.
Hasil: Terdapat hubungan antara status dasar imunisasi dengan stunting di
Kabupaten Gunungkidul (p=0,025;p<0,05). Selain itu, tidak ditemukan hubungan
variabel lain dengan stunting. Variabel tersebut mencakup ASI eksklusif
(p=0,744;p>0,05), ketepatan waktu MPASI (p=0,127;p>0,05), BBLR
(p=0,127;p>0,05), panjang badan lahir rendah (p=0,782;p>0,05), dan PD3i
(p=1;p>0,05).
Simpulan: Terdapat hubungan antara status dasar imunisasi dengan stunting di
Kabupaten Gunungkidul.
Collections
- Medical Education [2954]
