Determinan Kurang Energi Kronis (KEK) Pada Wanita Hamil di Jawa Barat
Abstract
Latar Belakang : Kurang Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil dapat
meningkatkan risiko bayi berat lahir rendah (BBLR). Populasi Wanita Usia Subur
(WUS) di Jawa Barat sebanyak 27% dari 24,3 juta jiwa dengan 14,1% wanita yang
hamil menderita KEK. Determinan sosioekonomi tertentu dapat memengaruhi
kejadian KEK. Penelitian terkait determinan KEK perlu dikaji untuk dapat
menentukan intervensi atau kebijakan yang tepat untuk mengatasi KEK pada
wanita hamil.
Tujuan Penelitian : Menjelaskan determinan KEK pada wanita hamil di Jawa
Barat
Metode Penelitian : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
cross-sectional. Data diambil dari hasil kuisioner Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) tahun 2018. Analisis data menggunakan software SPSS, dengan
analisis data univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, dan analisis data
bivariat dan multivariat disajikan dalam tabel analisis.
Hasil : Terdapat 642 responden wanita hamil di Jawa Barat, dengan 111 wanita
KEK dan 531 lainnya tidak KEK. Analisis bivariat menunjukkan, dari delapan
variabel yang diuji, terdapat dua variabel yang memiliki hubungan bermakna (p <
0,05) yakni usia (p = 0,00 dan OR = 7,71 (CI = 2,49 – 23,85)), dan pemberian tablet
tambah darah (TTD) (p = 0,03 dan OR = 1,64 (CI 95 = 1,05 – 2,57)) adapun
variabel lainnya yang tidak memiliki hubungan yang bermakna (p > 0,05) adalah
tempat tinggal (p = 0,556), pendidikan (p = 0,80), pekerjaan (p = 0,43),
pemeriksaan ANC (p = 0,06), pendapatan PMT (p = 0,96), jumlah TTD yang
diminum (p = 0,47). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia dan pemberian
TTD merupakan dua variabel yang paling berpengaruh dengan nilai p masing
masing berturut turut ialah 0,01 dan 0,03.
Kesimpulan : Terdapat 111 dari 642 wanita hamil di Jawa Barat KEK. Usia dan
Pemberian TTD menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian KEK.
Collections
- Medical Education [2954]
