| dc.description.abstract | Latar Belakang: Gangguan pendengaran seperti tuli sering terjadi pada anak-
anak dengan prevalensi global lebih dari 5%. Tuli sensori paling merupakan jenis
paling umum, akibat gangguan koklea yang disebabkan oleh faktor genetik dan
non genetik salah satunya toksoplasmosis yang ditularkan secara vertikal dan
horizontal. Deteksi dini melalui Otoacoustic Emission (OAE) penting untuk
diagnosis dan intervensi tepat waktu mencegah dampak pada perkembangan
anak.
Metode: Sumber informasi yang digunakan dari database yaitu Sinta, Garuda,
PubMed, Science Direct, Sage Journals, dan Google Scholar. Artikel diseleksi
menggunakan diagram PRISMA Scoping review.
Hasil: Dari review 6 artikel terdapat perbedaan hasil, sebagian besar artikel
menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara toksoplasmosis dan tuli sensori.
Pada 1 artikel menunjukkan bahwa dalam klinisnya toksoplasmosis sering diikuti
oleh penyakit penyerta lain sehingga berpeluang untuk menyebabkan tuli sensori.
Kesimpulan: Toksoplasmosis tidak selalu menyebabkan tuli sensori pada anak
karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Toksoplasmosis tidak berdiri sendiri,
tetapi sebagai salah satu faktor risiko tuli sensori. | en_US |