Show simple item record

dc.contributor.authorAndreza, Tasya Delfina
dc.date.accessioned2025-02-04T03:07:07Z
dc.date.available2025-02-04T03:07:07Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54637
dc.description.abstractLatar Belakang: Gangguan pendengaran seperti tuli sering terjadi pada anak- anak dengan prevalensi global lebih dari 5%. Tuli sensori paling merupakan jenis paling umum, akibat gangguan koklea yang disebabkan oleh faktor genetik dan non genetik salah satunya toksoplasmosis yang ditularkan secara vertikal dan horizontal. Deteksi dini melalui Otoacoustic Emission (OAE) penting untuk diagnosis dan intervensi tepat waktu mencegah dampak pada perkembangan anak. Metode: Sumber informasi yang digunakan dari database yaitu Sinta, Garuda, PubMed, Science Direct, Sage Journals, dan Google Scholar. Artikel diseleksi menggunakan diagram PRISMA Scoping review. Hasil: Dari review 6 artikel terdapat perbedaan hasil, sebagian besar artikel menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara toksoplasmosis dan tuli sensori. Pada 1 artikel menunjukkan bahwa dalam klinisnya toksoplasmosis sering diikuti oleh penyakit penyerta lain sehingga berpeluang untuk menyebabkan tuli sensori. Kesimpulan: Toksoplasmosis tidak selalu menyebabkan tuli sensori pada anak karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Toksoplasmosis tidak berdiri sendiri, tetapi sebagai salah satu faktor risiko tuli sensori.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.titleToksoplasmosis Sebagai Faktor Risiko Tuli Sensori Pada Anak: A Scoping Reviewen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711089


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record