Karakteristik Penderita Kecacatan Lahir Anak Usia 0 – 59 Bulan, Riskesdas 2018
Abstract
Latar Belakang: Prevalensi kecacatan anak usia 0 - 59 bulan di Indonesia tinggi.
Anak dengan kecacatan menimbulkan permasalahan. Untuk menjaga kualitas
sumber daya manusia, kecacatan pada anak perlu dicegah dengan mengetahui
faktor yang berhubungan dengan kejadian cacat tersebut.
Tujuan Penelitian: Mengetahui karakteristik penderita kecacatan lahir anak usia
0 – 59 bulan berdasarkan data Riskesdas 2018.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
cross-sectional. Data diambil dari kuisioner Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas)
tahun 2018. Data dianalisis dengan software SPSS. Analisis univariat disajikan
dalam tabel distribusi frekuensi dan peta geospasial.
Hasil: Prevalensi tuna netra, tuna rungu, tuna wicara, dan bibir sumbing adalah
0,1%. Sedangkan prevalensi tuna daksa dan down syndrome adalah 0,2%.
Mayoritas anak usia 0 – 59 bulan dengan kecacatan lahir memiliki jenis kelamin
laki-laki, tinggal di pedesaan (kecuali tuna rungu), memiliki jumlah anggota
keluarga <= 4 orang, memiliki buku KIA, lahir di fasilitas kesehatan dengan usia
kehamilan ibu cukup bulan, berat badan dan panjang badan lahir normal, lingkar
kepala lahir kurang, serta sudah mendapatkan imunisasi dan ASI eksklusif.
Kesimpulan: Down syndrome merupakan kecacatan yang mayoritas terjadi pada
anak usia 0 – 59 bulan.
Collections
- Medical Education [2954]
