• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Faktor-faktor yang berhubungan Terhadap Resistensi Erythropoietin Pada Pasien dengan Penyakit Ginjal Kronis yang menjalani Hemodialisis

    Thumbnail
    View/Open
    21711166.pdf (198.7Kb)
    Date
    2024
    Author
    Ilhami, Rahmat Hidayat Nur
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang : Pasien Penyakit Ginjal Kronis (PGK) yang menjalani hemodialisis (HD) dapat mengalami defek pada sel peritubular dalam memproduksi hormon Erythropoietin (EPO) dengan manifestasi anemia renalis. Pemberian ESA sebagai tatalaksana anemia renalis dapat menimbulkan resistensi sebesar 10-15% kejadian. Terdapat faktor-faktor yang berhubungan terhadap resistensi EPO seperti usia, jenis kelamin, Indeks Masa Tubuh (IMT), penggunaan obat ACEi dan ARB, status merokok, dan defisiensi besi. Tujuan Penelitian : Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap resistensi EPO pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Metode Penelitian : Penelitian ini dilakukan pada pasien PGK yang menjalani HD di RS Muhammadiyah PKU Bantul dengan 90 subjek penelitian dengan desain cross-sectional menggunakan data primer dan sekunder. Penilaian resistensi erythropoietin berdasarkan dosis ESA /berat badan dalam minggu (Kg)/Hb (g/dl). Kelompok resistan ERI derajat rendah yaitu 2.0 - 5.0 IU/kg/week/g/dl dan resistan ERI derajat tinggi >5.0 – 33.7 IU/kg/week/g/dl. Analisis hubungan dua variabel dilakukan dengan menggunakan uji chi-square apabila syarat terpenuhi. Hasil signifikan dengan nilai p <0,05. Hasil : Terdapat hubungan antara faktor penggunaan obat ACEi dan ARB serta status sebagai perokok dengan keadaan resistan derajat tinggi terhadap EPO dengan hasil p<0,05. Tidak terdapat hubungan antara faktor usia, jenis kelamin, IMT, dan defisiensi besi terhadap derajat resistan EPO. Pada analisis regresi logistik biner, ditemukan ARB dapat meningkatkan 0,247 kali dan status perokok 7,4 kali mengalami resistan terhadap EPO dengan p<0,05. Kesimpulan : Obat anti hipertensi kelas ARB dan merokok berhubungan dengan kejadian resistan derajat tinggi terhadap EPO. ARB dapat meningkatkan 0,247 kali dan merokok 7,4 kali lipat kejadian resistan EPO.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54602
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV