| dc.description.abstract | Permasalahan fast fashion berdampak pada limbah yang signifikan, terutama
di kota industri seperti Bandung. Salah satu cara untuk melawan permasalahan ini
adalah dengan membeli pakaian bekas. Namun, pemerintah melarang impor pakaian
bekas karena dinilai mematikan ekonomi setempat. Oleh karena itu, perlu adanya
rancangan dan program fast fashion yang dapat memberikan solusi terhadap fenomena
fast fashion dengan pendekatan adaptive reuse. Penelitian ini dilaksanakan di Teras
Cihampelas Bandung sebagai tempat yang mewadahi bisnis ekonomi rakyat untuk
pusat penjualan pakaian pantas pakai di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan dengan
menganalisa data yang sudah ada dari sumber lain, seperti studi sebelumnya, laporan,
atau basis data untuk mendapatkan informasi atau konfirmasi terhadap hipotesis yang
ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isu fast-fashion dapat dikurangi dengan
merevitalisasi Teras Cihampelas dengan pendekatan adaptive reuse ke arah fashion hub
di kota Bandung. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung
keberhasilan pembangunan ini yaitu: mengoptimalkan peran komunitas, menjalin kerja
sama dengan pemerintah dan mengembangkan model bisnis yang inovatif. Pemilihan
lokasi yang tepat juga penting untuk menunjang keberhasilan, dalam hal ini Teras
Cihampelas menjadi lokasi yang dinilai ideal untuk menjawab permasalahan ini. | en_US |