• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    SANGGAR GALERI BATIK SENO YOGYAKARTA SEBAGAI RUANG INTERAKSI SOSIAL MELALUI KEGIATAN MEMBATIK BAGI PENGRAJIN DAN WISATAWAN

    Thumbnail
    View/Open
    77. SANGGAR GALERI BATIK SENO YOGYAKARTA SEBAGAI RUANG.pdf (2.614Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Firdausi, Keisha Raudina
    Darmawati, Rini
    Rizqilahi, Yulia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Batik sebagai salah satu seni tradisional yang dapat meningkatkan nilai budaya Indonesia. Sanggar Galeri Batik Seno Yogyakarta merupakan galeri dan sanggar batik yang terkenal di Kota Yogyakarta yang menjadikannya tempat yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Awalnya, praktik membatik hanya dilakukan oleh pengrajin untuk memproduksi batik, tetapi sekarang wisatawan juga dapat mengikuti pelatihan membatik yang dipandu oleh para ahli batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penambahan kegiatan pelatihan membatik di Sanggar Galeri Batik Seno Jogja dapat mempengaruhi interaksi sosial antara pengrajin dan wisatawan sehingga mampu memberikan pengalaman positif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan fokus pada pengamatan situasi terkini di objek penelitian. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik behavior mapping, terutama pendekatan place-centered map yang lebih spesifik. Penataan waktu diterapkan agar pengrajin dapat memberikan pelatihan tanpa menghentikan produksi batik sepenuhnya. Pendekatan ini membuktikan bahwa integrasi antara produksi batik dan pelatihan membatik dapat berjalan sejalan, menciptakan pengalaman yang positif bagi semua pihak yang terlibat.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54596
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV