• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    FLEKSIBILITAS RUANG PADA RUMAH TINGGAL UNTUK KERAJINAN SERAT ALAM DI KECAMATAN MINGGIR, KABUPATEN SLEMAN

    Thumbnail
    View/Open
    69.FLEKSIBILITAS RUANG PADA RUMAH TINGGAL UNTUK.pdf (2.615Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Habiburrohman, Muhammad
    Darmawati, Rini
    Rizqilahi, Yulia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Indonesia memiliki beragam potensi dari tanaman serat alam. Warga Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta memanfaatkan serat alam untuk membuat kerajinan. Kegiatan kerajinan dilakukan di rumah pengelola kerajinan dan menggunakan ruang tamu dan teras. Hal tersebut tidak menunjukan hierarki ruang dan area privasi sebeagai rumah tinggal. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana ruang tamu & teras pada rumah tinggal menjadi tempat kegiatan kerajinan serat alam dengan teori fleksibilitas & placemaking. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menggali fakta empiris dan fenomena dengan sistematis yang didukung dengan penguraian data secara mendalam. Berdasarkan hasil observasi di Sekar Merapi dan Plembon Sentra Kerajinan Mendong merupakan Usaha Berbasis Rumah (UBR). Segala kegiatan dilakukan menggunakan ruang di rumah pribadi milik pengelola. Ruang tamu dan teras menjadi tempat yang fleksible karena digunakan untuk berbagai macam kegiatan dalam ruang yang sama. Tempat kegiatan kerajinan serat alam menunjukan fleksibilitas ruang yang mengacu pada prinsip universal yang mencerminkan kemudahan penyesuaian untuk berbagai penggunaan. Terjadi kegiatan kerajinan dan pelatihan merupakan placemaking karena menghasilkan tempat melalui keterlibatan, kepemilikan dan keterkaitan dengan fungsi ruang yang ada. Placemaking yang terjadi menunjukan keberhasilan Uses & Activities karena menjadi alasan tempat tersebut dikunjungi oleh masyarakat dan mereka terus kembali untuk memproduksi kerajinan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54587
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV