• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Lecturers And Researchers
    • Faculty of Civil Engineering and Planning
    • Department of Architecture
    • SAKAPARI (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia)
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    PROSES DAN DAMPAK PLACEMAKING PADA PASAR SORE LANGENASTRAN DI YOGYAKARTA: STUDI KUALITATIF DAN KUANTITATIF

    Thumbnail
    View/Open
    65.PROSES DAN DAMPAK PLACEMAKING PADA PASAR SORE.pdf (3.922Mb)
    Date
    2024-07-01
    Author
    Amankila, Caesar Rafi Athaaric
    Handoyotomo, Handoyotomo
    Hendarto, Praya Nadia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Pasar adalah tempat komoditas dan jasa dibeli dan dijual. Selain itu, terjadi dinamika sosial antara penjual dan pembeli di pasar. Dan barang, penjual, pembeli, dan harga barang semuanya termasuk dalam transaksi yang disepakati. Dari berbagai jenis pasar, Pasar Sore merupakan pasar yang biasanya hanya buka mulai dari sore hari sampai malam hari dan kebanyakan menawarkan berbagai macam kuliner makanan. Pada Kota Yogyakarta terdapat Pasar Sore yang terletak pada Alun Alun Kidul. Pada sebelah timur yang bernama Pasar Sore Langenastran, pasar ini biasanya menjadi tujuan masyarakat untuk mencari berbagai macam kuliner yang kemudian dinikmati sembari bersantai ditengah Alun Alun Kidul. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui proses placemaking yang terjadi pada pada Pasar Langenastran dan dampaknya kepada pedagang. Penelitian dilakukan menggunakan metode Kualitatif dan Kualitatif dengan cara observasi langsung mengamati Physical Traces yang ditinggalkan, serta wawancara kepada pedagang Pasar yang terkait langsung pada “ Pasar Sore Langenastran”. Hasilnya dapat ditemukan proses placemaking yang terjadi merupakan creative placemaking karena terbentuk melalui inisiatif pengurus Langenastran untuk menyediakan area berdagang bagi pedagang yang terdampak pengaruh covid-19 dan sampai sekarang masih tetap menjadi tujuan kuliner di Alun Alun Kidul, sehingga dapat dikatakan proses placemaking berhasil dilaksanakan.
    URI
    http://hdl.handle.net/123456789/54577
    Collections
    • SAKAPARI 2024 #SERIES 13 [82]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV