Pengaruh Variasi Carrier Mikroorganisme Pada Pertumbuhan Eucalyptus Sp. Di Tanah Bekas Tambang Aspal: Studi Skala Rumah Kaca
Abstract
Aspal terdiri beberapa jenis, ada aspal minyak, aspal emulsi dan aspal alam. Kegiatan
penambangan yang dilakukan untuk mengambil aspal alam ini, dilakukan dengan sistem
open pit mining, dimana sistem tersebut akan menyebabkan beberapa dampak pada
lingkungan, kondisi fisik, kimia dan biologi berupa penurunan produktivitas tanah, erosi
dan sedimentasi, gangguan terhadap flora dan fauna, serta perubahan iklim mikro. Salah
satu bentuk reklamasi dengan melakukan alih fungsi lahan bekas tambang menjadi lahan
pertanian tanaman pangan dengan melakukan tiga tahapan reklamasi: Pemulihan fungsi
lahan, peningkatan fungsi lahan, dan pemeliharaan fungsi lahan. Tujuan dari penelitian
ini adalah potensi carrier mikroorganisme dalam meningkatkan pertumbuhan eucalyptus
sp. di tambang aspal. Proses penelitian dimulai dari penanaman tanaman selama 12
minggu dan pemantauan pertumbuhan selama 2 minggu sekali. Pengolahan data
menggunakan Analysis of Variance (One Way) terhadap parameter pertumbuhan (tinggi,
diameter, dan biomassa) dan Standard Error (SE) untuk uji konsentrasi logam. Hasil uji
Anova terhadap parameter menunjukkan bahwa carrier mempengaruhi Sebagian besar
pertumbuhan. Hasil uji pH H2O ada di rentang 7-7,43 dengan hasil pH tertinggi ada di
kontrol mikroorganisme dengan pH 7,43 dan pH terendah ada di carrier Nutrient Broth
dengan pH 7. Hasil uji pH KCl ada di rentang 7,3-7,96 dengan hasil pH tertinggi ada di
carrier molase dengan pH 7,96 dan pH terendah ada di kontrol mikroorganisme. Hasil
Uji selanjutnya menunjukkan adanya perbedaan efek pengaplikasian carrier terhadap uji
P-Total, kadar Mangan (Mn), dan Kadar Cadmium (Cd) pada tanah dan jaringan tanaman
yang diuji.
Collections
- Environmental Engineering [1887]
