• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Efek Pemberian Ekstrak Etanol Teh Hijau (Camellia Sinensis) Terhadap Kadar Malondialdehid (Mda) Pada Hepar Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Yang Diinduksi Metanol

    Thumbnail
    View/Open
    19711172.pdf (1.224Mb)
    Date
    2023
    Author
    Pangesti, Shanaz Nurfitri
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Konsumsi miras oplosan yang mengandung bahan campuran metanol akan menyebabkan kerusakan pada hepar. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kadar MDA. Teh hijau memiliki kandungan katekin yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas sehingga mengurangi kerusakan pada hepar. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan kadar Malondialdehid (MDA) jaringan hepar pada kelompok yang diberikan perlakuan ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensis) dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan pada tikus Wistar yang diinduksi metanol Metode: Jenis penelitian ini true-eksperimental menggunakan post-test only control group. Sampel yang digunakan adalah hepar lobus kiri tikus jantan wistar sebanyak 29 buah. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok, yaitu Kelompok kontrol negatif (K1) hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol positif (K2) yang diinduksi methanol 20% dengan dosis 0,9ml/200grBB selama 7 hari dan kelompok perlakuan 1,2,3 (P1, P2, P3) yang diinduksi methanol 20% dosis 0,9ml/200grBB dan diberikan ekstrak teh hijau dengan dosis 1400mg/kgBB/hari, 2800mg/kgBB/hari dan 5600mg/kgBB/hari per oral selama 14 hari. Setelah mendapatkan perlakuan, dilakukan pengukuran kadar MDA. Analisis data menggunakan uji One Way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc Bonferroni. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan perbedaan kadar MDA hepar yang signifikan pada semua kelompok tikus (p=0,000) dengan rerata kadar MDA tertinggi ke rendah berturut-turut adalah kelompok K2 (10,76 ± 0,23 nmol/mL), kelompok P1 (4,95 ± 0,46 nmol/mL), kelompok P3 (3,93 ± 0,39 nmol/mL), kelompok P2 (3,20±0,46 nmol/mL), dan kelompok K1(2,13 ± 0,19 nmol/mL) Kesimpulan: Terdapat perbedaan kadar Malondialdehid (MDA) jaringan hepar pada kelompok yang diberikan perlakuan ekstrak etanol teh hijau (Camellia sinensis) dibandingkan dengan kelompok tanpa perlakuan pada tikus Wistar yang diinduksi metanol
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54562
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV