Hubungan Antara Stres Kerja Dengan Kecemasan Pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang Di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru
Abstract
Latar Belakang: Stres adalah respon individu terhadap keadaan atau situasi yang
dianggap mengancam dan mengalami perubahan, dapat bersifat patologis jika
tidak diatasi dengan baik. Salah satu stresor yang sering ditemukan adalah stres
yang berkaitan dengan pekerjaan. Stres kerja dengan tingkatan yang berat dapat
menyebabkan gangguan kecemasan. Kelompok yang rentan mengalami
kecemasan adalah tenaga medis karena beban kerja yang berat. Gangguan stres
dan kecemasan dapat timbul dalam berbagai kondisi seperti saat setelah pandemi
COVID-19 yaitu masa adaptasi kebiasaan baru dimana individu harus bersiap
akan perubahan kebiasaan yang bersifat cepat.
Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara stress kerja dengan
kecemasan pada tenaga kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang di masa
adaptasi kebiasaan baru.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional
dengan desain studi cross-sectional dan teknik consecutive sampling. Penelitian
dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2022 dan dilaksanakan
dengan membagikan instrumen penelitian berupa kuesioner dalam bentuk google
form secara daring. Sebanyak 94 responden memenuhi kriteria inklusi penelitian.
Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji
koefisien korelasi Spearman.
Hasil: Terdapat hubungan yang lemah antara stres kerja dengan kecemasan
tenaga kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara Semarang (koefisien korelasi =
0,12), namun tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara
stres kerja dengan kecemasan (p value = 0,326).
Kesimpulan: Stres kerja pada tenaga kesehatan Rumah Sakit Bhayangkara
Semarang memiliki hubungan yang lemah dengan kecemasan yang terjadi.
Collections
- Medical Education [2954]
