Hubungan Antara Stres Dengan Lama Pemulihan Pada Mahasiswa Penyintas Covid-19
Abstract
Latar Belakang: Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit
yang disebabkan oleh Virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2
(SARS-CoV-2). Lama pemulihan pada COVID-19 sangat beragam, tergantung
pada kondisi kesehatan seseorang dan adakah kondisi komorbid yang menyertai,
usia, keparahan gejala, dan kesehatan mental pasien. Salah satu gangguan
kesehatan mental yang dapat mempengaruhi respon imun adalah stres. Stres
dapat menyebabkan disregulasi respon imun sehingga meningkatkan respon
peradangan pada tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan
antara stres dengan lama pemulihan pada mahasiswa penyintas COVID-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional dengan desain
penelitian cross-sectional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini
merupakan kuesioner yang dibagikan pada mahasiswa penyintas COVID-19 di
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada
5 Oktober 2022 hingga 2 Januari 2023. Pada penelitian ini dilakukan analisis
univariat dan bivariat menggunakan software SPSS versi 25.
Hasil: Jumlah awal partisipan pada penelitian ini adalah 310 mahasiswa, namun
yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi hanya 250 mahasiswa. Berdasarkan
analisis bivariat menggunakan Spearman Correlation Test, didapatkan p value
0,339 yang menunjukan tidak terdapat hubungan signifikan antara stres dengan
lama pemulihan pada mahasiswa penyintas COVID-19.
Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara stres dengan lama
pemulihan pada mahasiswa penyintas COVID-19.
Collections
- Medical Education [2954]
