| dc.description.abstract | PT Coca-Cola Distribution Indonesia Banjarbaru merupakan salah satu cabang distribusi
yang bertanggung jawab mendistribusikan produk Coca-Cola di wilayah Kalimantan
Selatan. Sebagai pusat distribusi, cabang ini menghadapi berbagai permasalahan dalam
sistem distribusinya, seperti keterlambatan pengiriman produk, ketidaksesuaian jumlah
permintaan dan persediaan, serta penumpukan barang di gudang. Permasalahan ini
menyebabkan peningkatan biaya penyimpanan, penurunan efisiensi operasional, dan
potensi kerugian karena barang yang tidak layak konsumsi. Untuk mengatasi masalah
tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menentukan teknik lot sizing yang paling efektif
dalam mengoptimalkan biaya distribusi dengan menggunakan metode Distribution
Requirement Planning (DRP). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa teknik
Algoritma Wagner Within (AWW) dapat menghasilkan biaya distribusi yang lebih rendah
dibandingkan teknik lain, seperti Period Order Quantity (POQ) dan Lot For Lot (LFL).
Biaya distribusi yang diperoleh dengan AWW di masing-masing Coca-Cola Official
Distributor (CCOD) di wilayah Kalimantan Selatan adalah Rp3.148.790, Rp3.111.857,
Rp3.736.626, Rp5.265.883, Rp4.030.680, dan Rp4.362.555. Teknik ini memungkinkan
perencanaan distribusi yang lebih optimal, sehingga dapat meminimalkan total biaya
distribusi. Dengan menggunakan teknik Algoritma Wagner Within, perusahaan dapat
meningkatkan efisiensi distribusi produk dan memastikan ketersediaan barang sesuai
kebutuhan di setiap CCOD. Oleh karena itu, teknik ini direkomendasikan untuk
diterapkan secara luas dalam perencanaan distribusi guna mengatasi permasalahan yang
ada dan mencapai efisiensi operasional yang lebih baik. | en_US |