Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik dalam TSP (Total Suspended Particulate) dan Pm10 (Particulate Matter) di Yogyakarta
Abstract
Fragmen dari plastik yang terdegradasi sering disebut dengan mikroplastik, yang
memiliki ukuran partikel kurang dari 5 mm. Mikroplastik banyak ditemukan pada
media yang cukup beragam, mulai dari tanah hingga sistem perairan (misalnya, lautan,
sungai, garis pantai, dan rawa) dan juga pada saluran pencernaan vertebrata dan
invertebrata. Kebanyakan penelitian hingga saat ini masih banyak berfokus pada
lingkungan perairan/lautan. Namun, perhatian kepada kondisi dan lingkungan lain
semakin diperhatikan dari waktu ke waktu. Udara merupakan jalur yang penting
dilalui material tersuspensi untuk berpindah secara regional atau global. Mikroplastik
di udara dapat terhirup dan tertelan oleh manusia oleh karena itu pentingnya dilakukan
penelitian untuk mengidentifikasi jumlah, warna dan karakteristik mikroplastik pada
udara ambien di kawasan Yogyakarta. Dalam penelitian ini sepuluh lokasi di
Yogyakarta dipilih untuk dijadikan sampel dengan variasi jarak dan kemungkinan sumber
mikroplastik di kawasan yang berbeda. Metode penentuan pengambilan contoh uji
menggunakan SNI 19-7119.6-2005 sedangkan sampel udara diperoleh dengan
menangkap partikel udara TSP dengan alat HVAS metode SNI 7119-3 : 2017 dan PM10
dengan metode SNI 7119.15 : 2016, kemudian untuk menganalisis jumlah, bentuk,
ukuran dan warna mikroplastik menggunakan metode pengamatan visual dengan
menggunakan Mikroskop digital dan SEM (scanning Electron Microscope) serta FTIR
untuk melihat karakteristik dari mikroplastik. Keragaman bentuk Mikroplastik
diidentifikasi termasuk serat dan fragmen. Dari semua lokasi sampel mikroplastik yang
didapatkan dalam TSP dan PM10 berdasarkan jenis teridentifikasi menjadi 3 jenis yaitu
fragmen, fiber dan film sedangkan pellet tidak ditemukan disemua lokasi, identifikasi
mikroplastik berdasarkan warna diperoleh 9 warna yaitu hitam, transparan, coklat,
merah, hijau, ungu, biru, orange, kuning. jenis mikroplastik pada polutan TSP paling
tinggi adalah jenis fragmen (444 partikel) dengan lokasi pada aktivitas transportasi yaitu
terminal Jombor dan untuk PM10 jenis mikroplastik paling banyak adalah Film (319
partikel) dengan lokasi di terminal Giwangan. Prosentase kelimpahan berdasarkan tipe
mikroplastik pada parameter TSP paling tinggi adalah fragmen (41%)>film
(34%)>fiber(25%) untuk semua lokasi sampling, sedangkan jenis paling dominan untuk
parameter PM10 adalah jenis film (41%)>fragmen (37%)> fiber (22%). Hasil prosentase
jenis mikroplastik tersebut fragmen dan film mendominasi di kawasan wilayah studi Yogyakarta. Rentang kisaran kelimpahan mikroplastik di semua lokasi adalah TSP (92,74 – 560,8 partikel/m3), sedangkan PM10 berkisar antara (111,77 – 460 partikel/m3). Hasil FTIR mendapatkan berbagai jenis polymer PE (Polyethylene), HDPE (High
Density Polyethlene), PET (Polyethylene Terephthalate), PVC (Polyvinyl Chloride) dan
PP (Polypropilene) dalam bentuk fragmen yang paling dominan.
