Hubungan Kadar Hemoglobin Dengan Durasi Menstruasi Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Menstruasi adalah siklus fisiologi pengeluaran dinding uterus
yang luruh karena respon hormon dari hipotalamus, pituitari dan ovarium. Sel
darah merah (eritrosit) untuk mengangkut oksigen ke setiap sel tubuh dan
mengeluarkan karbon dioksida. Kekurangan eritrosit dapat disebabkan oleh
hilangnya darah secara cepat atau terlalu lambatnya produksi eritrosit yangd
disebut dengan anemia. Faktor yang paling berkontribusi terhadap kejadian
anemia salah satunya adalah berat perdarahan menstruasi. Di sisi lain, Anemia
dapat mempengaruhi perkembangan kognitif dan motorik serta dapat
menyebabkan kelelahan dan produktivitas diri menjadi rendah. Sedangkan salah
satu faktor menstruasi adalah tingkat stres. Tingkat stres mahasiswa kedokteran
berkaitan dengan aktivitas dan beban pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Hb dengan durasi menstruasi
pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Objek: Responden penelitian terdiri atas tiga angkatan mahasiswi FK UII:
angkatan 2019 (n=65), angkatan 2020 (n=71), angkatan 2021 (n=63).
Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Data kadar Hb
diperoleh secara langsung dan data durasi menstruasi menggunakan kuesioner
Pictoral Blood Assesment Chart (PBAC) sebulan sekali selama tiga bulan.
Hasil: Hasil kadar hb adalah 61 (30,6%) responden mengalami anemia. Hasil uji
statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar Hb
dengan durasi menstruasi (p=0,285), sedangkan dengan jumlah darah menstruasi
(p=0,057).
Kesimpulan: Hasil uji menunjukan tidak terdapat hubungan antara kadar Hb
dengan durasi menstruasi, tetapi memiliki kecenderungan hubungan bermakna
antara kadar Hb dengan jumlah darah menstruasi.
Collections
- Medical Education [2860]
