• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Hubungan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 2-5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon

    Thumbnail
    View/Open
    19711032.pdf (1.398Mb)
    Date
    2023
    Author
    Syifa, Khotimah Zahrotus
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar belakang: Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan stunting memiliki prevalensi cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon. BBLR merupakan keadaan berat badan bayi saat lahir kurang dari 2,5 kg, sedangkan stunting merupakan kondisi anak saat tinggi badan (TB) tidak sesuai dengan usianya (U) berdasarkan TB/U. Kondisi BBLR dapat berisiko untuk terjadinya stunting. Tujuan: Mengetahui hubungan riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gegesik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain case control. Sampel pada penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan perhitungan uji hipotesis dua proporsi didapatkan sebanyak 100 sampel yang terdiri dari 50 kasus dan 50 kontrol. Pengambilan data didapatkan dari data sekunder hasil rekapan EPPGBM (Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon berdasarkan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan pada anak usia 2-5 tahun di Posyandu saat bulan Februari dan Agustus 2022. Hasil: Didapatkan 100 sampel pada penelitian ini yang terdiri dari 50 anak stunting dan 50 anak tidak stunting. Anak usia 2 – 5 tahun yang memiliki riwayat BBLR berjumlah 18 orang, sedangkan 82 orang lainnya tidak memiliki riwayat BBLR. Hasil uji chi-square pada analisis bivariat antara usia (p=0,836), jenis kelamin (p=0,161) dan riwayat BBLR (p=0,118) menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna ketiga variabel tersebut dengan kejadian stunting. Nilai odd ratio (OR) BBLR terhadap stunting sebesar 0,432 sehingga berarti anak yang memiliki riwayat BBLR berisiko mengalami stunting sebanyak 0,432 (95% CI: 0,148 – 1,261). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara riwayat BBLR dengan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun di wilayah kerja Puskesmas Gegesik Kabupaten Cirebon.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/54530
    Collections
    • Medical Education [2954]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV