Identifikasi Senyawa Bioaktif Dan Aktivitas Antioksidan Self-nanoemulsifying Drug Delivery System Ekstrak Buah Harendong (Melastoma Malabathricum L. ) Secara In Vitro
Abstract
Latar Belakang: Antioksidan berperan penting dalam menguatkan sistem pertahanan
tubuh dan melawan radikal bebas yang berpotensi menimbulkan stres oksidatif pada
tubuh. Buah harendong (Melastoma malabathricum L.) mengandung senyawa
flavonoid yang memiliki efek antioksidan. Pada umumnya, buah harendong
merupakan obat tradisional yang dikemas sederhana dalam sediaan oral sehingga
memiliki kelarutan rendah. Sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System
(SNEDDS) merupakan pengembangan teknik pengolahan ekstrak yang dapat
meningkatkan bioavailabilitas obat sehingga dapat meningkatkan efek terapetik obat.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif
ekstrak etanol buah harendong, stabilitas fisik SNEDDS, dan membandingkan
aktivitas antioksidan SNEDDS dengan non SNEDDS ekstrak etanol buah harendong.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris
murni dengan rancangan penelitian post-test only with control group design. Sampel
penelitian terdiri dari ekstrak buah harendong formulasi SNEDDS, non-SNEDDS, dan
kontrol positif (kuersetin). Identifikasi senyawa bioaktif dilakukan dengan uji fitokimia
estrak buah harendong meliputi alkaloid, triterpenoid, flavonoid, fenol, saponin, dan
tanin. Stabilitas sediaan SNEDDS diuji secara fisik dan kimia pada hari ke-0 dan ke-
30. Stabilitas fisik dilakukan dengan metode freeze-thaw, heating cooling, dan uji
sentrifugasi. Stabilitas kimia dilakukan dengan pengukuran aktivitas antioksidan
metode DPPH. Data aktivitas antioksidan dianalisis dengan regresi linier
menggunakan software Microsoft Excel.
Hasil: Komponen fitokimia ekstrak buah harendong terdiri dari alkaloid, triterpenoid,
flavonoid, fenol, dan tanin. Formula SNEDDS paling stabil secara fisik, yakni F1 terdiri
dari 10% Capryol90, 80% Tween 20, dan 10% PEG400. Uji antioksidan metode DPPH
pada panjang gelombang maksimum DPPH 515,4 nm dengan nilai IC50 pada hari ke-0
kuersetin 12,16 ppm, SNEDDS F1 39,20 ppm, dan non SNEDDS 52,84 ppm. Nilai IC50
pada hari ke-30 kuersetin 12,42 ppm, SNEDDS F1 41,38 ppm, dan non SNEDDS53,99
ppm.
Kesimpulan: SNEDDS ekstrak buah harendong memiliki aktivitas antioksidan yang
lebih baik dibandingkan non SNEDDS.
Collections
- Medical Education [2954]
