Hubungan Vaksinasi Dengan Tingkat Keparahan Gejala Pada Pasien Yang Terdiagnosis Covid-19
Abstract
Latar Belakang: COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) merupakan penyakit
infeksi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome
Coronavirus 2). Tingkat keparahan COVID-19 berdasarkan tanda dan gejala klinis
dibagi menjadi 5, yaitu asimptomatik, ringan, sedang, berat, dan kritis. Salah satu
upaya yang dilakukan pemerintah dalam pengendalian COVID-19 adalah
vaksinasi. Vaksinasi merupakan tindakan yang bertujuan untuk menimbulkan
kekebalan tubuh seseorang dengan cara memberikan zat antigen. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan vaksinasi COVID-19 dengan tingkat
keparahan gejala pada pasien yang terdiagnosis COVID-19.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Instrumen
penelitian menggunakan rekam medis pasien yang terdiagnosis COVID-19 yang
dirawat di Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI periode waktu Juni hingga Oktober
2021 dan data status vaksinasi didapatkan dari aplikasi PeduliLindungi. Analisis
univariat, bivariat, dan multivariat dilakukan dengan menggunakan software SPSS
versi 25.
Hasil: Terdapat 112 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi penelitian
ini. Berdasarkan analisis bivariat antara status vaksinasi dengan tingkat keparahan
gejala menggunakan chi-square test didapatkan p-value 0,000. Pasien yang belum
vaksinasi 35 kali lipat lebih berisiko mengalami tingkat keparahan berat dan kritis
(OR 35,533, CI 10,957-115,229).
Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara status vaksinasi dengan
tingkat keparahan gejala pada pasien yang terdiagnosis COVID-19. Vaksinasi
menurunkan risiko keparahan gejala pada pasien yang terdiagnosis COVID-19
Collections
- Medical Education [2954]
