| dc.description.abstract | Latar belakang: Komplikasi kehamilan, kematian maternal, dan kematian
neonatal merupakan permasalahan kesehatan yang masih sering terjadi di Asia.
Pemeriksaan antenatal sangat penting guna mencegah permasalahan-
permasalahan tersebut. Pemanfaatan pelayanan antenatal dipengaruhi oleh
keberdayaan ibu hamil itu sendiri. Keberdayaan ibu hamil ditentukan oleh tingkat
pendidikan dan tingkat pendapatan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara tingkat keberdayaan ibu hamil
dengan pemanfaatan pelayanan antenatal di Asia tahun 2019.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross
sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 13862 responden dengan populasi
Asia (Bangladesh, Pakistan, Palestina, Thailand, dan Turkmenistan). Data
sampel diambil dari MICS UNICEF 2019. Data penelitian kemudian dianalisis
dengan menggunakan uji statistik Chi-square dan multiple regresi logistik.
Hasil: Pada analisis bivariat, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan
berhubungan secara signifikan terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal di
negara Bangladesh (pendidikan OR 2,029, p-value 0,000) (pendapatan OR
2,880, p-value 0,000), Palestina (pendidikan OR 1,447, p-value 0,002)
(pendapatan OR 1,277, p-value 0,023), dan Thailand (pendidikan OR 1,711, p-
value 0,000) (pendapatan OR 1,337, p-value 0,001). Pada analisis multivariat,
tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan berhubungan secara signifikan
terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal di negara Bangladesh (pendidikan
OR 1,610, p-value 0,003) (pendapatan OR 2,004, p-value 0,000), Palestina
(pendidikan OR 1,441, p-value 0,005) (pendapatan OR 1,501, p value 0,000),
dan Turkmenistan (pendidikan OR 1,503, p-value 0,021) (pendapatan 0,531, p-
value 0,000).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara keberdayaan ibu hamil dengan
pemanfaatan pelayanan antenatal di negara Bangladesh dan Palestina. | en_US |