Show simple item record

dc.contributor.authorWulandari, Iin Nurseptyani
dc.date.accessioned2025-01-20T07:03:14Z
dc.date.available2025-01-20T07:03:14Z
dc.date.issued2022
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54523
dc.description.abstractLatar Belakang: Melasma adalah kelainan hipermelanosis pada kulit yang terlokalisir. Perkembangan melasma pada wanita dipengaruhi beberapa faktor risiko. Kehamilan merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mengembangkan melasma pada wanita. Namun, persebaran melasma pada masing-masing usia kehamilan dinyatakan berbeda. Hal tersebut mungkin saja dipengaruhi oleh faktor perubahan hormon esterogen dan progesteron selama masa perkembangan janin. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia kehamilan dengan kejadian melasma pada pasien di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan metode cross-sectional yang dilakukan di Poli Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Budi Kemuliaan Jakarta, mulai bulan Juli 2022. Populasi pada penelitian ini merupakan ibu hamil yang berkunjung di Poli Obstetri dan Ginekologi selama waktu pengambilan sampel berlangsung. Sampel diperoleh menggunakan metode convenience sampling dengan perhitungan rumus Lameshow. Total sampel yang memenuhi kriteria inklusi mencapai 72 pasien. Kemudian, seluruh sampel dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menampilkan distribusi karakteristik subjek berupa usia kehamilan, urutan kehamilan, kejadian melasma, tipe melasma, riwayat keluarga, riwayat penggunaan kontrasepsi, dan riwayat paparan sinar matahari harian. Berdasarkan analisis chi square didapatkan nilai p sebesar 0.253 dengan nilai alfa (α) sebesar 0.05. Uji alternatif dilakukan dengan analisis fisher’s exact test dan didapatkan hasil akhir p = 0.267. Sementara itu, persebaran melasma berdasar usia kehamilan didominasi oleh usia kehamilan trimester III (80.6%) dengan melasma tipe sentrofasial (62.5%) sebagai kelompok mayoritas. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian melasma di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKehamilanen_US
dc.subjectMelasmaen_US
dc.subjectUsia kehamilanen_US
dc.titleHubungan Antara Kehamilan Dengan Kejadian Melasma Di RS Budi Kemuliaan Jakartaen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711197


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record