Show simple item record

dc.contributor.authorRachman, Rury Annida
dc.date.accessioned2025-01-20T06:32:40Z
dc.date.available2025-01-20T06:32:40Z
dc.date.issued2023
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/54520
dc.description.abstractLatar Belakang : Penyakit COVID-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh corona virus. Pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta atau komorbid memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi, dibandingkan dengan pasien yang tidak memiliki komorbid. Salah satu penyakit komorbid yang dikaitkan dengan keparahan gejala COVID–19 adalah obesitas. Obesitas didefinisikan sebagai kelebihan berat badan untuk ketinggian tertentu yang berkaitan dengan berbagai peningkatan risiko penyakit kronis termasuk diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular. Obesitas dapat menjadi faktor risiko terbesar untuk mengembangkan keparahan COVID–19, seperti meningkatnya risiko untuk rawat inap dan perlunya untuk dilakukan perawatan di ICU (intensive care unit), hingga kematian. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas dengan derajat keparahan COVID-19 pada pasien di RSUD Sleman. Metode Penelitian : Studi cross-sectional observasional analitik menggunakan data sekunder rekam medis pasien rawat inap yang terkonfirmasi COVID-19 pada bulan Januari-Agustus 2021 di RSUD Sleman. Pengolahan dan analisis data menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan antara obesitas dan derajat keparahan COVID-19 Hasil : Penelitian ini memiliki total 193 sampel yang dibagi menjadi kelompok obesitas dan tidak obesitas, kemudian pada masing masing kelompok ditentukan menjadi termasuk derajat keparahan COVID-19 ringan, sedang, dan berat. Pada penelitian ini, pasien yang tidak obesitas cenderung lebih banyak terinfeksi COVID-19 dengan jumlah 105 pasien yang masing-masing memiliki jumlah yang lebih tinggi di derajat keparahan ringan dan sedang. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa obesitas tidak mempunyai hubungan bermakna dengan derajat keparahan COVID-19 (p-value 0.382). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna antara kondisi obesitas dengan derajat keparahan COVID-19.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectCOVID-19en_US
dc.subjectDerajat Keparahan COVID-19en_US
dc.subjectObesitasen_US
dc.titleHubungan antara Obesitas Dengan Derajat Keparahan Covid-19 pada Pasien di RSUD Slemanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19711003


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record