Karakteristik Luka Pada Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2018-2022
Abstract
Latar Belakang: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu
masalah global. Di Indonesia, angka kejadian KDRT cenderung meningkat
selama lima tahun terakhir. Kasus KDRT pada tahun 2018 tercatat sebanyak
11.758 kasus dan tahun 2022 sebanyak 16.519 kasus. Jumlah kasus tersebut
mengalami peningkatan mencapai 40,49% (KemenPPPA, 2022).
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui karakteristik luka pada korban kekerasan
dalam rumah tangga (KDRT) di RSUD Dr. Moewardi tahun 2018-2022.
Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif cross sectional
menggunakan data sekunder dari rekam medis korban KDRT tahun 2018-2022
secara total sampling. Data penelitian dianalisis distribusi frekuensinya dalam
bentuk tabel maupun grafik.
Hasil: Jumlah kasus kekerasan dalam rumah tangga tertinggi adalah pada tahun
2019 sebanyak 5 orang (62,5%), kategori usia korban tertinggi adalah kategori
kanak-kanak dan remaja masing-masing sebanyak 3 orang (37,5%), jenis luka
tertinggi adalah luka memar sebanyak 4 orang (36,36%), lokasi luka paling
banyak ditemukan di area genital sebanyak 4 orang (40%), dan seluruh korban
kekerasan dalam rumah tangga tersebut adalah perempuan sebanyak 8 orang
(100%).
Kesimpulan: Karakteristik luka korban kekerasan dalam rumah tangga di RSUD
Dr. Moewardi mayoritas merupakan luka memar akibat kekerasan tumpul, di
daerah genital pada anak-anak dan remaja.
Collections
- Medical Education [2954]
