Juvenile Idiopathic Arthritis (JIA) Oligoartikular Disertai Uveitis Pada Anak di Wilayah Asia Tenggara, Kajian Epidemiologi, Patofisiologi dan Terapi : A Scoping Review
Abstract
Latar Belakang : Uveitis pada kasus JIA disebabkan karena autoimun. Hal ini
hanya terjadi dibeberapa etnis di Asia Tenggara, salah satunya adalah etnis Cina
yang mayoritas mengidap JIA uveitis. Scoping review ini bertujuan untuk
menggambarkan peredaran epidemiologi, patofisiologi, dan pemberian terapi
pada kasus JIA dengan uveitis
Metode : Sumber data yang digunakan adalah original article dengan topic
epidemiologi, patofisiologi, dan terapi pada kasus JIA dengan uveitis di Asia
Tenggara, berbahasa Inggris dan Indonesia, dan yang dipublikasikan pada tahun
2015-2023. Database yang digunakan adalah Pubmed, Google Scholar, Sage
Journas, Hindawi, dan Science Direct. Artikel tersebut dipilih berdasarkan alur
PRISMA-ScR. Selanjutnya dilakukan ekstraksi data, item data, dan sintesis hasil
untuk menjawab tujuan review
Hasil : Juvenile Idiopathic Arthritis dapat menyebabkan uveitis dari aktivitas
autoimun, ditemukannya gen HLA-B27 yang menyebabkan kejadian JIA disertai
dengan uveitis. Gen HLA-B27 mayoritas ditemukan pada etnis Cina dibanding
etnis lainnya di Asia Tenggara. JIA ditandai dengan hasil laboratorium ANA test
positif dan disertai peningkatan serum C-reactive protein dan Erythrocyte
Sedimentation Rate yang meningkat, Kasus JIA dengan uveitis di Asia Tenggara
diberikan terapi DMARDs (metotreksat) dan kortikosteroid topikal ataupun injeksi.
Kesimpulan : Etnis Cina di Asia Tenggara, khususnya yang banyak ditemukan
di Singapura masih dalam peringkat tertinggi mengalami kejadian JIA dengan
uveitis. Kejadian JIA dengan uveitis tersebut dapat dipengaruhi dari perbedaan
iklim, geeografi, dan etnis.
Collections
- Medical Education [2954]
