| dc.description.abstract | Latar Belakang: Kluster kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya
merebak pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019. World Health
Organization (WHO) kemudian menetapkannya sebagai coronavirus disease 2019
(COVID-19) yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus
2 (SARS-CoV-2). Lebih dari 4 juta kasus terkonfirmasi positif dengan angka
kematian mencapai 143.766 terjadi di Indonesia setelah penyakit ini ditetapkan
sebagai wabah pandemi pada Maret 2020. Kematian disebabkan COVID-19
ditetapkan berdasarkan perjalanan penyakit secara klinis dengan suspek atau
terkonfirmasi positif COVID-19 kecuali terdapat penyebab kematian alternatif yang
secara jelas tidak dapat dikaitkan dengan penyakit COVID-19. Gejala klinis infeksi
COVID-19 yang timbul sangat beragam, mulai dari gejala ringan, gejala sedang,
gejala berat, dan gejala kritis. Tingkat keparahan gejala yang diderita, dengan atau
tanpa riwayat komorbiditas dapat menimbulkan manifestasi klinis yang beragam
termasuk yang paling parah menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk
meneliti hubungan antara derajat keparahan dan komorbid terhadap luaran klinis
pasien COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan metode potong
lintang menggunakan sampel data rekam medis dengan variabel jenis kelamin,
usia, derajat keparahan, komorbid, dan luaran klinis. Analisis univariat untuk
melihat karakteristik masing-masing variabel. Analisis bivariat menggunakan uji chi
square untuk menjelaskan hubungan antar dua variabel. Analisis multivariat
menggunakan uji regresi logistik untuk menentukan faktor terkuat dari variabel
yang bermakna hubungannya dengan luaran klinis. Data dianalisis dengan
program aplikasi statistik IBM-SPSS versi 23.
Hasil: Total sampel yang digunakan sebanyak 155. Didapatkan hubungan derajat
keparahan dengan luaran klinis yang signifikan dengan p=0.010. Didapatkan
hubungan komorbid dengan luaran klinis yang signifikan dengan p=0.005. Uji
regresi logistik menunjukkan variabel derajat keparahan mempunyai hubungan
signifikan dengan luaran klinis dengan p=0.012 dan Exp (B)= 3.049.
Kesimpulan: Terdapat hubungan derajat keparahan dan komorbid dengan luaran
klinis pasien COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Derajat keparahan
menjadi faktor risiko yang paling berpengaruh diantara yang lain. | en_US |