RESILIENSI KONSEP ISLAM PADA KAMPUNG KAUMAN YOGYAKARTA
Date
2024-07-01Author
Muflih, Muhammad Dzaky
Iftironi, Muhammad
Lathifah, Hilmia Nur
Waraprada, Shaddam Nabil
Thoriq, Muhammad Azhar
Fauziah, Isyrin Yus
Metadata
Show full item recordAbstract
Kampung Kauman Yogyakarta memiliki peran yang penting dalam
melestarikan konsep Islam melalui aspek budaya dan arsitektur. Kauman adalah salah
satu kawasan bersejarah di Yogyakarta yang telah lama menjadi pusat pengembangan
budaya dan agama Islam di wilayah tersebut. Kampung Kauman Yogyakarta telah
menjadi simbol keberlangsungan konsep Islam dalam aspek budaya, arsitektur, dan
kehidupan masyarakatnya. Namun, dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman,
pertanyaan tentang bagaimana keberlangsungan dan relevansi konsep Islam dalam
struktur arsitektur dan kehidupan komunitasnya menjadi hal yang krusial. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi resiliensi konsep Islam dalam arsitektur Kampung
Kauman Yogyakarta dengan pendekatan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan dari
hasil yang telah dibuat pada saat survei kawasan kampung kauman dan
membandingkannya dengan beberapa tahun lalu, memperoleh data dari 50 bangunan di
RT 46 dengan perubahan hanya terjadi pada 14% bangunan saja. Sedangkan, perubahan
pada kawasan Masjid Kauman terjadi dengan adanya perubahan fungsi, arsitektur, dan
penambahan area seluas 573 m2 untuk keperluan masjid.. Hasil penelitian ini
memberikan gambaran tentang tingkat resiliensi konsep Islam dalam arsitektur
Kampung Kauman Yogyakarta. Implikasi dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya
upaya pelestarian nilai-nilai keagamaan dalam pengembangan kawasan, serta
menyoroti perlunya strategi pemeliharaan yang lebih efektif untuk mempertahankan
warisan arsitektur yang memiliki nilai keagamaan dan budaya yang tinggi.
