Studi Penggunaan Obat Pada Pasien Neonatus dan Bayi di RSUD Kota Yogyakarta
Abstract
Latar Belakang: Neonatus dan bayi memiliki kondisi fisiologis yang berbeda dibandingkan dengan orang dewasa. Pengobatan pada neonatus dan bayi sangat kompleks sehingga rentan terhadap kesalahan pengobatan.
Tujuan Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis permasalahan pengobatan dan faktor-faktor yang memengaruhi kejadian permasalahan penggunaan obat pada pasien neonatus dan bayi.
Metode Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional potong - lintang dengan desain retrospektif pada pasien neonatus dan bayi yang menjalani rawat inap pada periode 2020 2022 di RSUD Yogyakarta. Permasalahan penggunaan obat menggunakan klasifikasi PCNE V9.1, dilanjutkan analisis bivariat menggnakan chi-square dan analisis multivariat regresi logistik.
Hasil Penelitian melibatkan 195 pasien yang terdiri dari 58,5% pasien neonatus dan 41,5% pasien bayi. Obat yang paling banyak digunakan yaitu gentamisin, ampisilin, procaterol dan salbutamol dengan kejadian DRPS terbanyak yaitu dosis kurang. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian DRPS yaitu jumlah obat (OR 0,241, CI 95% = 0,070 - 0,825).
Kesimpulan Kejadian DRPS yang paling banyak terjadi berkaitan dengan efektivitas pegobatan yang disebabkan oleh dosis kurang sebesar 61,03%. Jumlah obat ≤3 memengaruhi DRPS sebanyak 4 kali lipat dibandingkan dengan jumlah obat >3. Studi ini merekomendasikan kesesuaian perhitungan dosis pada neonatus dan bayi untuk meminimalkan risiko subterapetik.
Collections
- Pharmacy [1896]
